Unduh Aplikasi

Triwulan II 2019, Perekonomian Aceh Tumbuh 3,71 Persen

Triwulan II 2019, Perekonomian Aceh Tumbuh 3,71 Persen
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Perekonomian Aceh Triwulan II 2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto dengan memasukkan komponen migas mengalami pertumbuhan sebesar 3,71 persen. Dengan mengeluarkan migas, pertumbuhan ekonomi Aceh tumbuh sebesar 3,97 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Wahyuddin, mengatakan angka tersebut merupakan hasil perbandingan di periode yang sama pada tahun sebelumnya (y-on-y), yakni triwulan II 2018.

Ia menerangkan, pertumbuhan terjadi pada seluruh lapangan usaha, kecuali Transportasi dan Pergudangan (H), Kontruksi (F), Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (O) dan Industri Pengolahan (C) masing-masing turun sebesar 2,12 persen, 0,69 persen, 0,51 persen, dan 0,27 persen.

Lapangan usaha Pengadaan Air (E) merupakan lapangan usaha yang memiliki pertumbuhan tertinggi sebesar 33,07 persen, diikuti Jasa Keuangan (K) sebesar 12,40 persen, Jasa Perusahaan (M,N) sebesar 9,67 persen dan Penyediaan Makan Minum (I) sebesar 9,49 persen.

Lebih lanjut, Wahyuddin mengatakan dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan air sebesar 33,07 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi ada di Komponen Impor Luar Negeri sebesar 68,83 persen.

“Pengukurannya berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp 40,89 triliun atau sebesar 2,87 milyar USD. Sementara itu PDRB tanpa migas adalah sebesar Rp 39,45 triliun atau sebesar 2,77 milyar USD,“ terang Wahyuddin melalui rilis yang diterima AJNN, Selasa (6/8).

Kemudian, perekonomian Aceh dengan migas triwulan II-2019 bila dibandingkan triwulan I-2019 (q-to-q) mengalami pertumbuhan sebesar 3,74 persen. Sementara q-to-q tanpa migas juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,11 persen.

Dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi juga dicapai oleh lapangan usaha pengadaan air sebesar 29,46 persen. Dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi ada di Komponen Impor Luar Negeri sebesar 142,11 persen.

Struktur perekonomian Aceh menurut lapangan usaha Triwulan II-2019 masih didominasi Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (29,61 persen), Perdagangan Besar-Eceran dan Reparasi Mobil-Sepeda Motor (16,17 persen), Administrasi Pemerintahan (10,73 persen), dan Kontruksi (8,13 persen).

“Secara umum perekonomian Aceh masih didominasi lapangan usaha kehutan dan perikanan,“ tutupnya

iPustakaAceh

Komentar

Loading...