Unduh Aplikasi

Trans Studio Mall Bakal Dibangun di Banda Aceh

Trans Studio Mall Bakal Dibangun di Banda Aceh
Trans Studio Mall yang bakal dibangun di Banda Aceh. Foto: Ist

BANDA ACEH - PT Trans Properti Indonesia bakal segera membangun Trans Studio Mall Aceh. Lokasi pembangunan yakni di Jalan T Nyak Makam, Gampong Lambuh, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, tepatnya di samping Hotel Hermes.

Saat ini, PT Trans Properti Indonesia sedang melakukan studi analisa mengenai dampak lingkungan. Luas lahan pembangunan Trans Studio Mall mencapai 13.302 m2 lebih.

Sesuai dengan pengumuman studi analisa mengenai dampak lingkungan yang dipublikasikan oleh salah satu media cetak lokal di Aceh, gedung tersebut dibangun empat lantai, dengan satu area parkir basemen yang memuat 239 mobil dan 300 unit motor.

Dalam pengumuman itu, PT Trans Properti Indonesia meminta kepada masyarakat yang terkena dampak di sekitar lokasi, pemerhati lingkungan dan masyarakat yang terpengaruh akibat kegiatan itu dapat memberikan saran dan pendapat serta tanggapan serta masukan tertulis selambat-lambatnya 10 hari kerja setelah pengumuman ini.

Baca: Chairul Tanjung Berniat Berinvestasi di Banda Aceh

Sebelumnya, Founder and Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, tahun lalu sudah mengunjungi Kota Banda Aceh, untuk melihat lahan yang layak untuk berinvestasi.

Kedatanganya ke Banda Aceh untuk melihat lahan yang dipakai untuk membangun Transmart. Pasalnya CT--sapaan akrab Chairul Tanjung--juga sempat melihat pusat perbelanjaan yang ada di Banda Aceh.

Kedatangan mantan Menko Perekonomian era Presiden SBY itu disambut oleh Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman. Bahkan ketika mengelilingi Kota Banda Aceh, CT memilih menaiki mobil wali kota agar bisa berkomunikasi lebih banyak dengan Aminullah.

Dalam kesempatan itu, Chairul Tanjung mengatakan sengaja terbang ke Banda Aceh menggunakan pesawat pribadinya untuk membahas kemungkinan menanamkan investasinya di Kutaraja.

“Sudah tiga tahun lebih saya tidak ke Aceh, terakhir saat masih menjabat sebagai Menteri Saya kesini. Alhamdulillah Banda Aceh sudah banyak perubahan,” ujarnya mengawali pembicaraan dengan Aminullah, 26 Maret 2018 lalu.

Katanya, kedatangan dirinya bersama sejumlah orang kepercayaan ingin membicarakan langsung kemungkinan investasi dengan Wali Kota.

“Tadinya saya pikir bertemu Pak Wali saja, tapi ini sudah lengkap dengan Kepala SKPK dikumpulkan semua sama Pak Wali, luar biasa,” kata Chairul Tanjung.

Sosok yang sering disapa CT ini mengaku tertarik menanamkan investasi di ibukota Provinsi Aceh ini karena dari sisi perekonomian sudah berkembang.

“Tadi dari bandara kesini saya tanya ke Pak Lukman, bagaimana ekonomi di Banda Aceh, katanya perkembangannya bagus,” kata Chairul Tanjung.

Sebagai ibu kota provinsi, tentunya Banda Aceh butuh daya tarik yang tidak dimiliki daerah lain, agar masyarakat tidak keluar daerah saat hari libur dan membelanjakan banyak uang di luar daerah. Apalagi di era generasi milenial yang menginginkan hal-hal baru.

“Ini generasi milenial, sebentar-sebentar selfie, lagi makan selfie, lagi shoping juga selfie. Kita tentu harus mampu menjawab tantangan ini,” tambah CT.

Melihat perkembangan generasi muda saat ini, sudah saatnya Banda Aceh memiliki sebuah hypermart yang memiliki fasilitas lengkap, mulai dari wahana studio mini, taman bermain, tempat makan atau restoran, tempat belanja, dan lainnya.

Katanya juga, Transmart akan menampung kuliner lokal yang akan digabungkan satu lokasi dengan makanan yang telah terkenal di dunia.

“Pengunjung ingin kopi, nanti ada kopi Aceh dan coffee bean ada juga. Makanan juga seperti itu, ada Mie Aceh ada makanan luar juga, jadi pengunjung punya pilihan,” ungkapnya saat itu.

Komentar

Loading...