Unduh Aplikasi

Tragis, Bocah SD di Aceh Barat Melahirkan Akibat Diperkosa

MEULABOH- Nasib tragis kembali menimpa anak Aceh, kali ini bocah Sekolah Dasar (SD) berinisal LY di Aceh Barat melahirkan seorang bayi perempuan akibat diperkosa seorang pemuda yang merupakan tetangganya sendiri.

Bocah yang masih duduk di kelas V SD itu melahirkan di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU CND) Jumat Sore, (2/10).

Ayah korban kepada sejumlah wartawan Sabtu (3/10), mengatakan pemerkosaan berawal saat pemuda berinisial SA bertandang ke rumahnya. Saat itu ibu korban yang hendak pergi melayat orang meninggal menitipkan LY bersama pelaku.

Menurut ayah korban, pelaku sebelumnya dikenal santun dan rajin menolong tetangga, sehingga tidak ada kecurigaan dari ibunya saat menitipkan LY.

"Saat ibunya hendak pergi dan naik sepeda Motor, anak saya sempat keluar minta ikut, lalu pelaku menarik tangan anak saya dan menyuruhnya ambil HP di kamar. Saat anak saya ambil Hp pintu ditutup lalu dia bilang jangan nangis kamu dan di situlah kejadiannya," katanya

Ia menambahkan pihaknya sudah pernah melapor kasus itu kepada Polres Aceh Barat, namun sejak dilapor hingga anaknya melahirkan polisi belum berhasil menangkap pelaku.

Atas peristiwa yang menimpa anaknya itu, ia mengaku sangat terpukul karena anak seusia LY yang harusnya masih sekolah kini harus putus sekolah akibat perbuatan tetangganya itu.

"Saya meminta kepada polisi untuk segera menangkap dan menghukum korban seberat-beratnya, karena ulah dia masa depan anak saya hilang," ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum korban yang merupakan aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pos Meulaboh, Hermanto yang ikut mendampingi keluarga korban di rumah sakit mengatakan kasus tersebut sudah pernah dilaporkan pihaknya bersama keluarga korban kepada polisi namun polisi terkesan lamban menanganinya.

"Kita pernah mempertanyakan lagi kasus itu, kata polisi pelaku sudah masuk DPO (Daftar Pencarian Orang) namun saat kita minta surat keterangan penetapan DPO polisi tidak dapat memperlihatkannya," kata dia.

Ia menilai polisi selama ini terkesan lalai menangani kasus tersebut, bahkan hingga siswa SD itu melahirkan polisi belum juga berhasil menangkap pelaku.

Melihat persolan ini Hermanto menjelaskan pihaknya akan melaporkan penyidik Polres Aceh Barat ke Propam POLDA Aceh dan juga menyurati Mabes POLRI atas dugaan lalai dalam menangani kasus tersebut.

"Kita akan laporkan Penyidik Polres ke Propam Polda Aceh serta menyurati Mabes Polri karena mereka sudah lalai menangani kasus yang sudah kita laporkan kepada mereka," kata dia.

DARMANSYAH MUDA

Komentar

Loading...