Unduh Aplikasi

Tolak Tambang di Aceh Tengah, Amanat Surati Presiden dan Menteri ESDM

Tolak Tambang di Aceh Tengah, Amanat Surati Presiden dan Menteri ESDM
Foto: Ist

ACEH TENGAH - Aliansi Masyarakat Adat Menolak Tambang (Amanat) menyurati Presiden Republik Indonesia dansejumlah menteri terkait rencana PT Linge Mineral Resource melakukan penambangan dan pengolahan biji emas dmp di proyek Abong, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Rencana penambangan emas di kabupaten penghasil kopi itu dilakukan PT. Linge Mineral Resources di lahan seluas 98.143 hektar, perusahaan tersebut telah mendapat izin eksplorasi pada 2009.

Elemen masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Adat Menolak Tambang bersama Bupati Aceh Tengah memberi dukungan perpanjangan moratorium izin usaha pertambangan (IUP) dan menolak perizinan tambang dengan alasan dampak lingkungan di kabupaten itu.

Koordinator Jaringan Anti Korupsi Gayo (Jang-Ko), Maharadi mengatakan selain kepada presiden, pihaknya bersama Aliansi Masyarakat Adat Menolak Tambang telah mengirimkan surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN beserta Lembaga lingkungan Internasional dan Nasional.

Kata dia, hal merupakan komitmen tuntutan yang tertuang dalam pakta integritas bernomor IST/2019 tgl 8 April 2019 yang ditanda-tangani oleh aliansi organisasi masyarakat di Kabupaten Aceh beberapa hari lalu di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tengah.

"Masyarakat menyatakan bersama menolak tambang emas. Alasannya, selain merusak lingkungan dan mencemari air dengan limbah, kehadiran perusahaan tidak bermanfaat untuk masyarakat. Kami tidak mau hutan dan alam tempat kami menggantungkan hidup hancur, kami tidak mau situs sejarah Linge hancur, itu tempat sakral bagi orang Gayo, Linge itu rumah peradaban kami. Indentitas kami," katanya.

Dikatakan Maharadi, lokasi pertambangan emas itu merupakan tempat bersemayam raja-raja Linge. Salah satu daerah cikal bakal lahirnya masyarakat Gayo, suku tertua di Aceh. 

“Kami tidak ingin daerah keramat diganggu perusahaan, hal inilah yang menjadi alasan kuat kami menolak tambang di sini,"ungkapnya.

Pihaknya mendesak Pemerintah Aceh dan Kementerian ESDM mencabut izin PT. PT Linge Mineral Resources.

Komentar

Loading...