Unduh Aplikasi

Tolak RUU Pertanahan, Ratusan Mahasiswa Demo di Simpang Lima

Tolak RUU Pertanahan, Ratusan Mahasiswa Demo di Simpang Lima
Mahasiswa Fakultas Pertanian Unsyiah saat melakukan aksi di Simpang Lima Banda Aceh. Foto: AJNN/Rahmat Fajri

BANDA ACEH - Ratusan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menolak Rancangan Undang-undang (RUU) Pertanahan yang dinilai tidak memihak pada rakyat.

Penolakan tersebut disuarakan melalui aksi damai di Simpang Lima Banda Aceh dan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Selasa (24/9).

Koordinator Aksi, Shiddiq Mubarak meneriakkan tuntutan terhadap perubahan kebijakan yang dinilai lebih memihak kepada pengusaha dari pada petani kecil.

Kemudian, mahasiswa juga menuntut kejelasan Hak Guna Usaha (HGU) lahan di Aceh seluas 370.000 hektare.

"Kami mendesak pemerintah untuk memperjelas dikemanakan status HGU tersebut," kata Shiddiq.

Mahasiswa juga mempertanyakan terkait doublenya instansi pertanahan di Aceh, yaitu ada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Aceh dan Dinas Pertanahan Aceh.

"Untuk itu, kami meminta kejelasan apakah kami memakai BPN atau dinas Pertanahan Aceh," ujarnya.

Selain itu, lanjut Shiddiq, mereka juga menuntut adanya perpanjangan moratorium pertambangan di Aceh. Mengingat saat ini hutan Aceh sudah mulai gundul akibat maraknya aktivitas pertambangan.

"Sekarang hutan sudah gundul, kita sudah kepanasan," tuturnya.

Aksi yang mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian ini cukup menyita perhatian publik. Pasalnya, tugu simpang lima sudah dipenuhi oleh para mahasiswa.

Dalam aksi itu, mereka juga menuliskan beberapa kata-kata menolak RUU pertanahan serta juga membawa orang-orangan sawah sebagai simbol pertanian.

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...