Unduh Aplikasi

TENDER PROYEK GEDUNG ONCOLOGY RSUDZA

Tolak Jawaban Pokja ULP, PT MAM Energindo Ajukan Sanggahan Banding

Tolak Jawaban Pokja ULP, PT MAM Energindo Ajukan Sanggahan Banding
Surat Sanggahan Banding PT MAM Energindo. Foto: For AJNN

BANDA ACEH - PT MAM Energindo menolak sepenuhnya jawaban sanggah yang dari Kelompok kerja (Pokja) Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Aceh.

Dengan penolakan tersebut, kini PT MAM Energindo melalui kuasa hukumnya kembali membuat sanggahan banding terkait tender pembangunan gedung Oncology Centre (MYC) di BLUD Rumah Sakit Umum Zainal Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) tersebut.

Berdasarkan surat sanggahan banding PT MAM Energindo dengan nomor 072.7/MAME/I/2020 yang ditujukan kepada Direktur RSUDZA selaku pengguna anggaran itu, jawaban Pokja ditolak sepenuhnya.

Kuasa Hukum PT MAM Energindo, Mukhlis Muktar mengatakan, penolakan tersebut karena jawaban yang disampaikan Pokja dinilai tidak menjawab subtansi keberatan sesuai sanggahan sebelumnya atas kontruksi proses tender yang telah berlangsung.

"Jawaban Pokja tidak sesuai dengan sanggahan kami. Karena itu kami mengajukan sanggahan banding," kata Mukhlis Muktar kepada wartawan, Selasa (7/1).

Dalam sanggahan banding ini, kata Mukhlis, pihaknya juga mengajukan beberapa bukti pelanggaran dalam proses tender tersebut, serta memberikan uang jaminan sebanyak Rp 2,3 miliar, atau sebesar 1 persen dari total nilai kontrak pekerjaan itu yakni Rp 237 miliar.

Baca: Jawaban Pokja ULP Pemerintah Aceh Terkait Sanggahan Tender Oncology

"Syarat sanggah banding harus ada jaminan, dan bukti pelanggaran yang kita tuding," ujarnya.

"Jika sanggahan kami tidak benar, maka jaminan akan hangus, kita berani menjamin karena yakin ada pelanggaran," sambungnya.

Dengan sanggahan ini, Mukhlis meminta proses tender pembangunan gedung Oncology Centre itu harus diulang. Apabila nantinya tidak direspon baik, maka pihaknya akan membawa permasalahan tersebut ke penegak hukum.

"Kalau tidak digubris, kami akan melaporkan ke penegak hukum, disini ada aspek pidana, perdata dan bahkan tata usaha negera," tutur pengacara senior itu.

Sebelumnya, berdasarkan surat sanggahan PT MAM Energindo yang diperoleh AJNN, disebutkan Pokja kembali melakukan evaluasi terhadap Daftar Peralatan Utama (DPU) pada tahapan tender dengan peralatan yang sama pada tahapan evaluasi prakualifikasi, dengan kesimpulan PT MAM dinyatakan memenuhi syarat untuk selanjutnya diundang pada tahapan tender.

Namun, pada saat tender, persyaratan DPU yang sebelumnya sudah dinyatakan memenuhi kriteria, oleh Pokja dinyatakan tidak memenuhi nilai ambang batas unsur persyaratan Peralatan Utama.

Kemudian, penyimpangan terhadap ketentuan dan prosedur yang dilakukan oleh Pokja, yaitu menambah, mengurangi dan mengubah kriteria persyaratan.

Surat Sanggahan Banding PT MAM Energindo. Foto: For AJNN

Padahal, pada BAB III IKP Huruf E Angka 28.7.a (Hal. 23) Dokumen Pemilihan/Tender Nomor : 02.1/ADD.JK/POKJA PEMILIHAN – LXXV/2019 tanggal 4 Desember 2019 “Pokja Pemilihan dilarang menambah, mengurangi, mengganti, dan/atau mengubah kriteria dan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Dokumen Pemilihan/Tender ini”.

Terhadap sanggahan itu, ULP Pemerintah Aceh telah memberikan tanggapan melalui surat jawaban sanggah tanggal 27 Desember 2019. PT MAM Energindo dinyatakan tidak lulus teknis karena tidak lulus nilai ambang batas unsur untuk persyaratan peralatan utama minimal dengan nilai empat, dari yang dipersyaratkan minimal 18 sesuai dengan persyaratan dokumen tender Bab IV LDP huruf N. Bobot dan Ambang Batas point 4.

Penawaran dinyatakan lulus teknis apabila masing-masing unsur dan nilai total keseluruhan unsur memenuhi ambang batas unsur dan total keseluruhan unsur. Tapi, peralatan yang disampaikan PT MAM Energindo dalam dokumen penawaran dengan status sewa dianggap tidak memenuhi ambang batas unsur.

Komentar

Loading...