Unduh Aplikasi

Tolak Eksepsi Terdakwa Korupsi Telur Ayam, Jaksa Sebut Dakwaannya Sudah Cermat

Tolak Eksepsi Terdakwa Korupsi Telur Ayam, Jaksa Sebut Dakwaannya Sudah Cermat
Sidang korupsi telur ayam di PN Banda Aceh. Foto: AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Jaksa penuntut umum pada Kejaksaan Negeri Aceh Besar membantah materi dakwaan terhadap para terdakwa kasus dugaan korupsi telur ayam hasil produksi UPTD Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Saree, Aceh Besar dianggap kabur dan tidak jelas.

Hal tersebut diutarakan penuntut umum di Pengadilan Negeri Banda Aceh menjawab nota keberatan atau eksepsi yang diajukan kuasa hukum terdakwa pada sidang sebelumnya.

"Bahwa surat dakwaan sudah tersusun secara lengkap dan cermat sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku," kata penuntut umum, Kamis (18/6).

Adapun alasan penuntut umum membantah eksepsi terdakwa diantaranya yakni untuk keberatan kuasa hukum terdakwa Muhammad Nasir dan Ramli Hasan yang menilai surat dakwaan tidak cermat dan jelas itu tidaklah benar.  Sebab, pihaknya selaku jaksa sangat teliti dalam proses penyelidikan dan penyidikan.

Baca: Sidang Korupsi Telur Ayam, Kuasa Hukum Sebut Dakwaan Penuntut Umum Kabur

"Menolak nota keberatan eksepsi penasihat hukum terdakwa untuk seluruhnya, menyatakan surat dakwaan penuntut umum adalah sah dan memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam pasal 143 ayat 2 KUHAP," sambung penuntut umum.

Dalam kasus ini, Kepala UPTD BTNR Saree, Ramli Hasan dan pembantu bendahara Muhammad Nasir didakwa melakukan tindak pidana korupsi, memperkaya diri sendiri atau orang lain yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp2,6 miliar.

Sidang lanjutan yang dipimpin oleh ketua majelis hakim Dahlan dan dua hakim anggota dihadiri dua terdakwa Ramli Hasan dan Muhammad Yasir didampingi kuasa hukum masing masing-masing. 

Komentar

Loading...