Unduh Aplikasi

Tokoh Adat Protes Larangan Jual Daging Meugang di Pasar

Tokoh Adat Protes Larangan Jual Daging Meugang di Pasar
Foto: Dok AJNN

LHOKSEUMAWE - Tokoh Adat dan Budaya Aceh, Syamsuddin atau kerap dipanggil Ayah Panton menyebutkan Pemerintah Kota Lhokseumawe tidak perlu melarang pedagang untuk berjualan daging meugang di pasar kota setempat.

Menurutnya kalau itu tetap dilakukan, akan berdampak pada ekonomi masyarakat, yang saat ini sedang morat-marit.

“Ketika pemerintah mengeluarkan semacam aturan, seharusnya memiliki solusi. Kalau pedagang tidak dibolehkan jualan, Pemko Lhokseumawe harus memiliki anggaran yang cukup untuk diberikan kepada mereka, silahkan saja larang semuanya untuk berjualan daging meugang,” kata Ayah Panton kepada AJNN, Jumat (10/4).

Dikatakan Ayah Panton, kalau dikaitkan tidak dibolehkan menjual daging meugang karena corona. Dirinya mengumpamakan ada produk barang dari luar atau di pasar modern (swalayan) yang bendanya sudah banyak dipegang oleh orang lain.

“Siapa jamin barang-barang tersebut tidak tertular, dan kemudian datang orang lain memegangnya. Jadi intinya silahkan saja meugang seperti biasa, akan tetapi dengan cara-cara yang tertentu,” ujarnya.

Baca: Pemko Lhokseumawe Larang Pedagang Jual Daging Megang di Pasar

Cara yang dimaksud, sambung Ayah Panton, setelah pulang dari pasar masyarakat atau pedagang segera cuci tangan atau mandi dulu sebelum masuk ke rumah. Kalau perlu pakaian juga digantikan dengan yang lain.

“Seharusnya, yang lebih dipertegas adalah setelah membeli daging meugang, mereka pulang jangan dulu berhubungan dengan keluarga atau mandi dulu baru masuk ke rumah,” ungkapnya.

Sambung Ayah Panton, kalau pedagang atau masyarakat dilarang jualan daging, maka akan ada dampak lain yang lebih fatal. Terutama dampak ekonomi bagi masyarakat, dan menggerus tradisi meugang.

“Ketika ekonomi masyarakat rusak, warga ini akan macam-macam tingkah lakunya, bisa-bisa mencuri dan merampok karena untuk memenuhi kebutuhan. Dan itu besar pengaruhnya kalau berbicara ekonomi,” tuturnya.

Ayah Panton menyarankan, agar Pemko Lhokseumawe menganjurkan untuk mempertegas cara membersihkan diri. Tak perlu melarang untuk mereka untuk berjualan daging Meugang.

“Kalau menurut kami, bagaimana caranya mensosialisasi tradisi indatu yang pernah menyelesaikan persoalan wabah-wabah dimasa sebelumnya. Karena masa indatu dulu ada tradisi tersebut,” imbuhnya.

Komentar

Loading...