Unduh Aplikasi

TNI-Polri Diminta Bersatu Hadapi Pengaruh Radikalisme

TNI-Polri Diminta Bersatu Hadapi Pengaruh Radikalisme
Bupati Pidie Roni Ahmad menyerahkan piagam penghargaan kepada Wakil Komandan Batalyon Artileri Medan 17/Komposit Mayor Arm Bayu Wira Pratama SH pada kegiatan kuliah umum.

PIDIE- Jajaran TNI dan Polri diharapkan agar terus memperkuat sosialisasi hingga ke pelosok-pelosok desa terhadap ancaman-ancaman di era globalisasi seperti pengaruh radikalisme, terorisme, kejahatan ciber dan peredaran narkoba.

“Semua bentuk ancaman tersebut adalah virus kebangsaan yang harus diperangi bersama,” kata Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik) saat membuka kegiatan kuliah umum tentang konsolidasi multi pihak terhadap penyelamatan bangsa negara dari bahaya radikalisme, terorisme, kejahatan ciber dan peredaran narkoba yang digelar di Batalyon Artileri Medan 17/Komposit, Senin (2/12).

Selain itu, tutur Abusyik, semua komponen harus berani bersikap tegas, karena sebagai warga Indonesia memiliki pancasila sebagai dasar negara yang menjadi panduan hidup dalam berbangsa.

Bupati Pidie mengajak semua pihak  bersatu dalam menghadapi segala fenomena teknologi yang semakin ekstrim yang begitu mudah membawa informasi yang bersifat destruktif atau merusak, mulai dari pergaulan bebas, pornografi hingga radikalisme.

“Meski tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan. Namun tekhnologi juga dapat merusak generasi bangsa,” ujarnya.

Abusyik meyakini bahwa semua perilaku yang mengancam keselamatan publik, seharusnya tidak akan terjadi, apabila kaum muda dibentengi dengan iman dan akhlak yang baik.

“Karena itu negeri ini membutuhkan generasi muda yang cintai damai. Maka yang tidak kalah pentingnya adalah pembangunan moralitas. Oleh sebab itu, wajar kalau semangat Revolusi Mental dijadikan sebagai gerakan massif, sehingga dampak buruk globalisasi dapat kita atasi dengan cara-cara yang bijak,” kata Abusyik.

Sementara itu Wakil Komandan Batalyon Artileri Medan 17/Komposit Mayor Arm Bayu Wira Pratama SH mengatakan, kegiatan kuliah umum terbuka yang dilaksanakan ini sebagai bentuk sosialisasi kepada seluruh komponen masyarakat agar tahu dan paham apa itu radikalisme, terorisme, kejahatan ciber dan narkoba.

“Tujuannya kita laksanakan kuliah umum ini agar masyarakat tahu dan paham apa itu radikalisme, terorisme, kejahatan ciber dan narkoba sehingga dapat terus waspada dan senantiasa memberikan renspon yang positif untuk kedaulatan negara Indonesia.

Kuliah umum yang dilaksanakan Batalyon Artileri Medan 17/Komposit selama satu hari itu diikuti 700 peserta terdiri dari unsur pemuda, mahasiswa, siswa, santri dayah, instansi pemerintah Kabupaten Pidie dan unsur kepolisian.

Komentar

Loading...