Unduh Aplikasi

TNI Musnahkan 52 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara

TNI Musnahkan 52 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara
Proses pemusnahakan tanaman ganja di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara. Foto: AJNN.Net/Sarina

ACEH UTARA - Tanaman ganja sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Aceh. Bahkan, pohon itu diketahui tumbuh subur di Provinsi Aceh, seperti Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, tak terkecuali di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Selasa (17/12), jajaran Kodim 0103 Aceh Utara menemukan 52 hektare ladang yang ditanami pohon ganja di Gampong Lhok Drien, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

Hasil temuan itu, kemudian petugas dibantu oleh jajaran Polsek Sawang melakukan pemusnahan dengan cara di cabut hingga di bakar di lokasi.

Pantauan AJNN, jarak untuk menempuh ke lokasi lebih kurang satu jam dengan berjalan kaki dari pemukiman warga. Sementara areal medannya juga sangat menantang, dikarenakan harus melewati sungai.

Untuk melewati sungai tersebut hanya ada jembatan yang terbuat dari pohon pinang dan papan tentu saja cuma bisa dilewati pejalan kaki.

Basah dan terpeleset karena becek serta kotor-kotoran sudah pasti, ketika hujan mulai mengguyur kawasan menuju ke lokasi pemusnahan sekitar pukul 11.00 WIB. Bahkan sebagian petugas dan wartawan turut terjatuh.

Sesampainya di lokasi, setelah melewati beberapa tanjakan, terlihat beberapa gubuk, serta pohon ganja. Ada yang baru disemai, baru ditanam, hingga ada yang sudah memasuki massa panen. Ketigian batang ganja sendiri diperkirakan sekitara satu meter setengah hingga dua meter.

Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Inf Agung Sukoco melalui Kasdim, Mayor Kav Ismed Rahmatullah mengatakan, temuan ladang ganja tersebut berdasarkan dari informasi warga yang merasa resah dengan adanya tanaman yang dilarang tersebut di desanya.

“Untuk berupaya mencegah peredaran narkoba jenis ganja ini, kita lakukan upaya pemusnahakan di lokasi hari ini,” katanya, disela-sela pemusnahan lading ganja.

Dikatakan Ismed, ada empat titik yang dimusnahakan, dengan total diperkirakan 52 hektare. Sementara kepada masyarakat pihaknya mengimbau supaya kejadian itu jangan sampai terulang lagi.

“Untuk pemilik belum kita temukan, namun kami akan berupaya mencari untuk mengetahui siapa kepemilikan lading ini,” tuturnya.

Komentar

Loading...