Unduh Aplikasi

TNI Buka Jalan Penghubung Antar Desa di Singkil

TNI Buka Jalan Penghubung Antar Desa di Singkil
Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali didampingi muspida setempat meninjau lokasi pembukaan jalan TMMD ke-100. Foto: Ist

ACEH SINGKIL - Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-100, dijajaran Kodim 0109/Singkil membuka akses jalan penghubung dua desa terpencil, yakni Lae Riman dengan Desa Silatong, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil.

Dalam pembukaan TMMD, Rabu (27/9) di lapangan Desa Lae Riman, Komandan Kodim 0109/Singkil Letkol Kav. Kaptih Hertantiawan mengatakan, pihaknya membuka ruas jalan produksi sepanjang 1.100 meter dan pengerasan jalan sepanjang 2.900 meter, 2 unit jembatan plat baja, gorong-gorong, talut sepanjang 100 meter, lapangan bola dan sejumlah fasilitas lainya.

"Setelah selesai pengerjaan jalan ini, kami harap dapat mengatasi kesulitan masyarakat dalam mengangkut hasil produksi perkebunan mereka," ujar Dandim.

Dandim mengatakan pelaksanaan TMMD tersebut ditarget rampung dalam waktu satu bulan yakni mulai 27 September sampai 26 Oktober 2017 mendatang. Untuk mengantisipasi musim penghujan pekerjaan pembuatan jalan lingkar Lae Riman-Silatong telah dikerjaakan sebelum pembukaan kegiatan.

"Setiap hari ada 60 pekerja terdiri dari masyarakat, personil TNI, Polisi dan pemerintah daerah yang bekerja ke lokasi, kendala kami cuaca sering hujan, yang lain gak ada kendala, alat berat semua sudah ada di lokasi," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali yang membuka pelaksanaan TMMD ke -100 tersebut menyambut baik program TNI yang telah membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan ekselerasi pembangunan di derahnya.

"Kami pemerintah daerah memberikan dukungan penuh, mulai dari peralatan dan pendanaan, kami memberikan dukungan anggaran Rp 1 miliar untuk kegiatan ini, dana itu akan ditampung dalam perubahan anggaran nantinya. Saya salud TMMD ini sudah dapat berjalan," ujar Wabup.

Wabup berharap pembuatan dan pengerasan jalan tersebut akan dapat memudahkan akses masyarakat dalam mengangkut hasil produksi pertanian dan perkebunan. Selama ini hanya ada satu jalan sehingga desa ini seperti tersembunyi.

"Dengan jalan ini biaya mengangkut produksi perkebunan masyarakat akan lebih murah, disamping itu kami berharap dengan adanya jalan warga yang bermukim dibantaran sungai akan pindah rumahnya ke pingir jalan ini, jadi terbebas dari banjir," kata Wabup.

Komentar

Loading...