Unduh Aplikasi

INSIDEN PENGIBARAN BENDERA BULAN BINTANG

Tjut Agam: Silakan Boikot Pilkada

Tjut Agam: Silakan Boikot Pilkada
Tjut Agam. Foto: waspada
BANDA ACEH – Ketua Komite Pemekaran Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3 Alabas), Tjut Agam, mengatakan pengibaran bendera bulan bintang belum disetujui Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, lebih baik, kata dia, politisi Partai Aceh bersabar.

“Sebenarnya (urusan) bendera belum disepakati oleh Pemerintah Pusat. Maka kita minta kesepakatan dulu. Kalau pusat sudah oke, tidak masalah. Tapi kalau kalau belum oke, ya sabar dulu. Jangan buru-buru,” kata Tjut Agam kepada AJNN, Kamis (3/3).

Menurut Tjut Agam, bendera lambang Aceh tersebut tidak harus seperti bendera yang dikibarkan di ruang paripurna oleh sejumlah politisi Fraksi Partai Aceh, Selasa lalu. Motif atau warna bisa disesuaikan agar tidak lagi menimbulkan penolakan oleh masyarakat Aceh yang lain.

“Bendera kenapa harus seperti itu. Bisa diubah, bisa dikonsultasikan. Jadi kita jangan terlampau keras. Kita orang Aceh ini jangan keras kali, berkoordinasilah yang baik. Biar kita jadi provinsi yang baik dan negara yang baik,” pesan Tjut Agam.

Tjut Agam menilai pengibaran bendera itu hanya kepentingan politik. Namun Tjut Agam menegaskan dirinya tidak berbicara terkait politik. Namun ada instruksi jelas dari Pemerintah Pusat agar Pemerintah Aceh menunggu.

“Karena orang-orang di atas itu kan lebih hebat cara berpikirnya dibanding kita. Kita ini tidak sebanding dengan mereka,” ujar Tjut Agam. “Kalau bisa sama-sama kita sepakati. Kalau memang tidak ya jangan bikin ribut. Kalau mau boikot pilkada, silakan,” kata Tjut Agam dengan nada datar.
IKLAN HPI
Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...