Unduh Aplikasi

Tiyong Klaim PNA Peroleh 8 Kursi DPRA dan 50 Kursi DPRK

Tiyong Klaim PNA Peroleh 8 Kursi DPRA dan 50 Kursi DPRK
Tiyong. Foto: Net

BANDA ACEH - Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh menyebutkan PNA akan mendapatkan 7 hingga 8 kursi untuk Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang tersebar di beberapa dapil.

"Hingga saat ini hasil rekapitulasi suara berdasarkan form C1 yang telah dilakukan oleh pengurus di seluruh Aceh, PNA akan mendapatkan 7 hingga 8 kursi untuk DPRA. Begitu juga untuk level kabupaten kota. Hampir seluruh wilayah, PNA dapat mengirim wakilnya ke DPRK," kata Samsul bahri dalam rilisnya.

Dia menyebutkan, perkiraan sementara lebih dari 50 kursi DPRK akan jadi milik PNA di seluruh Aceh. Bahkan di beberapa Kabupaten, PNA berhasil menempatkan kader pada posisi pimpinan. Diantaranya Bireuen, Aceh Selatan dan Aceh Jaya.

Secara jumlah suara, Tiyong memprediksi perolehan suara PNA kali ini meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan Pemilu 2014.

"Bagi kami ini adalah pencapaian yang luar biasa. Di saat kami sedang berjuang mengkonsolidasi kader dan pengurus menjelang Pemilu 2019, Ketua Umum partai diterpa musibah tak terduga. Namun dibalik musibah yang dialami PNA tersebut, ternyata membuat semangat pengurus dan kader semakin termotivasi bekerja untuk memenangkan partai,"katanya.

Tiyong mengimbau kepada seluruh pengurus dan kader PNA untuk terus fokus menjaga dan mengawal proses rekapitulasi suara. Baik di tingkat PPK, KIP Kabupaten/ Kota hingga KIP Provinsi. Agar tidak ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang berniat menghilangkan suara PNA.

"Kami juga berterima kasih kepada segenap masyarakat Aceh yang telah memberikan kepercayaan dengan memilih kader-kader terbaik PNA untuk menyuarakan aspirasi rakyat di DPRA dan DPRK. Doakan kami agar dapat membayar kepercayaan rakyat tersebut dengan bekerja nyata dan membela seluruh kepentingan rakya," katanya.

Tiyong menambahkan, PNA juga berterimakasih karena rakyat Aceh  yang telah mampu melaksanakan pesta demokrasi secara bertanggung jawab, bermartabat dan demokratis.

Hingga kini kata dia, tidak ada gesekan antar peserta Pemilu. Juga tak ada lagi aksi intimidasi seperti pada pileg 2014 lalu. Semua partai dan caleg dapat mengkampanyekan dirinya secara bebas sampai ke pelosok desa.

"Tentu kita bergembira dan mengapresiasi atas progress dan prestasi dalam kehidupan berdemokrasi yang telah ditunjukkan oleh rakyat Aceh," katanya.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...