Unduh Aplikasi

Tinggal Dongeng Hutan Aceh

Tinggal Dongeng Hutan Aceh
Ilustrasi: Aceh Indie photo (Azhar)

KEPOLISIAN dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh harus mengusut tuntas penyebab kematian gajah di Aceh Timur. Beberapa waktu lalu, tim BKSDA menemukan indikasi pembunuhan gajah di Desa Seumana Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur.

Tim yang mendatangi lokasi bangkai gajah itu menemukkan cairan merah dan bubuk dan bubuk hitam yang diduga gunakan untuk membunuh gajah, 100 meter dari lokasi kejadian. Dari hasil otopsi, tim juga menemukan jejak racun di dalam saluran pencernaan gajah yang diduga mati sekitar sepekan lalu.

Kasus pembunuhan terhadap gajah, entah karena diburu atau dianggap sebagai hama, dalam satu dekade terakhir sangat mengkhawatirkan. Saat ini, menurut data dari BKSDA Aceh, jumlah gajah liar yang tersebar di hutan Aceh hanya mencapai 539 ekor.

Faktor-faktor perburuan dan berkurangnya luas habitat yang menyebabkan konflik antara manusia dan gajah adalah faktor dominan. Dalam beberapa kasus, kematian gajah banyak terjadi di areal perkebunan.

Upaya melindungi satwa kunci hutan Aceh ini juga setengah hati. Pemerintah tak serius menahan laju pembukaan lahan di Aceh. Padahal, dalam keterisolasian, habitat gajah dipastikan akan punah akibat perkawinan yang terlalu dekat. Gajah tak bisa bertahan jika terus terkukung dalam satu kawasan untuk menghindari perkawinan sedarah (inbreeding).

Kasus-kasus kematian gajah ini harusnya jadi perhatian serius. Terutama oleh pemerintah dan parlemen Aceh. Dua pihak ini harusnya bisa menekan instansi hukum dan lembaga konservasi vertikal di Aceh untuk lebih serius menangani kasus-kasus pembunuhan gajah.

Di saat yang sama, pemerintah juga harus merancang pembangunan Aceh yang ramah terhadap satwa-satwa liar ini. Tidak hanya untuk melindungi gajah, pemerintah juga perlu memastikan areal hutan yang tak tersentuh aktivitas manusia untuk memastikan keberadaan satwa kunci di Aceh tetap ada: yakni badak, gajah, harimau dan orangutan.

Mengungkapkan aktor-aktor pembunuh gajah ini adalah salah satu langkah. Gerak cepat tim dalam mengungkap penyebab kematian patutu diapresiasi. Namun yang terpenting adalah memastikan bahwa proses hukum bisa menyeret otak di balik tindakkan jahat para aktor di lapangan. Tanpa gajah, hutan Aceh hanya akan tinggal cerita. 

Komentar

Loading...