Unduh Aplikasi

Tim Penyidik Kejagung Sita Barang Bukti Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri

Tim Penyidik Kejagung Sita Barang Bukti Kasus Dugaan Korupsi PT Asabri
Gedung Kejaksaan Agung. Foto: Merdeka.com.

JAKARTA - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jam Pidsus) Kejaksaan Agung, melakukan penyitaan sejumlah barang bukti dari tersangka Benny Tjokrosaputro (BTS).

Penyitaan barang bukti ini terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi oleh PT. Asabri. Barang bukti yang disita pada Senin (15/2) tersebut berupa lahan atau perkarangan atas nama tersangka BTS.

Kepala Pusat Penerangan Hukum, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan pihaknya sudah menyita 131 eksemplar sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) atas nama PT. HT seluas 183 hektar terletak di Kecamatan Curugbitung (pemekaran Kecamatan Maja) Kabupaten Lebak Propinsi Banten.

Sebelumnya, melansir dari Kompas.com, Kejagung juga telah menyita aset tanah milik Benny Tjokro seluas 194 hektar yang terdiri atas 566 bidang tanah HGB di Kecamatan Sajirah dan Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Baca: Kejagung Periksa 9 Orang Saksi Terkait Dugaan Korupsi pada PT Asabri

Ada pula tanah seluas 33 hektar yang terdiri dari 158 sertifikat HGB di Kecamatan Cibadak, Kalang Anyar, dan Rangkas, Kabupaten Lebak, Banten.

Selain itu, Kejagung menyita aset milik tersangka milik Heru Hidayat, yaitu satu unit mobil Ferrari tipe F12 Berlinetta serta STNK, BPKB, dan tanda bukti pelunasan pembelian kendaraan.

Kemudian, satu unit kapal LNG Aquarius nama PT Hanochem Shipping dan dokumen kepemilikan 9 unit kapal barge/tongkang dan 10 kapal jenis tug boat.

Dalam perkara kasus korupsi di PT Asabri, Heru Hidayat ditetapkan sebagai tersangka selaku Direktur PT Trada Alam Minera dan Direktur PT Maxima Integra. Sementara itu, Benny Tjokrosaputro selaku Direktur PT Hanson Internasional.

Keduanya diduga mengendalikan penuh seluruh kegiatan investasi PT Asabri, bersama-sama dengan LP sebagai Direktur Utama PT Prima Jaringan, selama kurun waktu 2012-2019. Selain itu, ada enam tersangka lainnya, yaitu mantan Direktur Utama PT Asabri, Adam R Damiri dan Sonny Widjaja.

Kemudian, BE selaku Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 dan HS selaku Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019.
Ada pula IWS selaku Kadiv Investasi PT Asabri Juli 2012-Januari 2017 dan JS selaku Direktur Jakarta Emiten Investor Relation.

Komentar

Loading...