Unduh Aplikasi

Tim Operasi Desember Temukan 21 Proyek Terindikasi Korupsi

Tim Operasi Desember Temukan 21 Proyek Terindikasi Korupsi
Kajati Aceh Chaerul Amir

BANDA ACEH - Tim Operasi Desember yang dibentuk Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menemukan 21 proyek yang bersumber dari APBN dan APBA tersebut terindikasi korupsi. 

"Dari 33 proyek ada 21 proyek yang terindikasi korupsi,  empat proyek bersumber dari APBN senilai Rp31 milliar, sementara bersumber dari APBA ada 17 proyek senilai Rp 202 milliar" kata Kejati Aceh, Chaerul Amir saat jumpa pers, Selasa (23/1).

Kajati Aceh menyebutkan sejumlah proyek yang terindikasi korupsi merupakan pekerjaan fisik yang ada di sejumlah dinas. Sementara tiga proyek diputuskan kontraknya karena tidak selesai dikerjakan senilai Rp25 milliar.

"Semuanya kegiatan yang bersifat fisik, belum masuk ke pekerjaan non fisik," kata Kajati Aceh.

Tim Operasi Desember ini, kata Kajati dibentuk pada 2017 lalu untuk memantau realisasi anggaran baik yang bersumber dari APBA, Otsus maupun APBN. Tim ini melakukan evaluasi sejauh mana pelaksanaan pekerjaan fisik maupun non fisik.

"Hasil temuan itu akan dilakukan penyelidikan oleh tim penyidik," ujarnya.

Pada 2018 ini, kata Chaerul pihaknya akan melakukan evaluasi sejumlah proyek lainnya termasuk proyek non fisik. 

"Kita juga akan meningkat Sumber Daya Manusia kejaksaan, sehingga kedepan bisa lebih maksimal dalam penangganan dugaan korupsi," ujarnya.

Chaerul juga menyebutkan selama kurun waktu 2017, Kejati Aceh dan Kejari se-Aceh telah menyelesaikan 38 penyelidikan perkara tindak pidana korupsi. 27 perkara penyidikan perkara tindak pidana korupsi sedang berlangsung dipersidangan Tipikor Banda Aceh.

"Keuangan negara yang diselamatkan sebesar Rp 7 milliar lebih pada 2017," kata Kajati Aceh

Komentar

Loading...