Unduh Aplikasi

Tim Gakkumdu Aceh Utara Tetapkan Tujuh Tersangka Terkait Pelanggaran Pemilu

Tim Gakkumdu Aceh Utara Tetapkan Tujuh Tersangka Terkait Pelanggaran Pemilu
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH UTARA - Tim Penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Aceh Utara, menetapkan tujuh pria yang terlibat dalam pelanggaran pidana pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 97 Desa Matang Ulim, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara sebagai tersangka. 

Tujuh dari mereka yang di tetapkan sebagai tersangka adalah, MR (20), MK (37), ZA (39), AM (21), MN (34), MS (19) dan IA (24). Keseluruhan terdiri dari enam orang saksi partai politik (Parpol) nasional dan lokal serta satu orang anggota panitia pemungutan suara (PPS) kecamatan setempat. 

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Miliardin melalui Kasat Reskrim Iptu Rezki Kholidiansyah menyebutkan, dalam proses penanganan kasus tersebut sudah ditetapkan tujuh tersangka, yakni enam saksi dari partai lokal dan parnas serta satu dari panitia PPS kecamatan setempat.

"Kasus ini sudah masuk ke tahap penyidikan, dalam penanganan telah ditemukan unsur pidana. Maka mereka ditetapkan sebagai tersangka," kata Rezki Kholidiansyah, Minggu (5/5).

Dia menyebutkan pihaknya sudah menyurati seluruh saksi tersebut untuk dimintai keterangan terkait kasus pencoblosan surat suara lebih dari satu kali di TPS 97 Desa Matang Ulim, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara. 

"Mereka bisa melakukan tindakan itu karena mendapat suara dari PPS setempat. Ketujuh tersangka tidak ditahan karena ancaman hukumannya di bawah lima tahun kurungan penjara," jelasnya. 

Tambah Rezki, ketujuh tersangka dinyatakan telah melanggar Pasal 515 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu. Hukuman di bawah lima tahun.

Komentar

Loading...