Unduh Aplikasi

Tim FKL Amankan 814 Jerat Satwa di Wilayah KEL

Tim FKL Amankan 814 Jerat Satwa di Wilayah KEL
Direktur FKL, Rudi Putra menunjukkan hasil jerat satwa yang berhasil diamankan

BANDA ACEH - Forum Konservasi Leuser (FKL) telah mengamankan sebanyak 814 jerat untuk satwa di hutan yang berada dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) selama 2017.

Direktur FKL, Rudi Putra mengatakan, aktivitas perburuan dan pembangunan jalan di daerah yang masuk dalam KEL pada 2017 terdapat 729 kasus perburuan dengan mengamankan sebanyak 814 jerat untuk satwa landak, rusa, kijang, beruang, harimau dan gajah yang disita atau dimusnahkan. Sedangkan untuk pembangunan jalan terdata sepanjang 439.4 km di dalam KEL.

"Tahun 2017 ini kita sudah menyita 814 jerat untuk satwa yang berada didalam KEL," kata Rudi Putra kepada wartawan usai melakukan konferensi pers, Senin (15/1).

Rudi menyampaikan, jerat satwa tersebut berhasil didapatkan oleh tim yang dioperasikan pada 12 Kabupaten/kota di Aceh dari total 13 daerah yang berada dalam KEL.

Setiap tim ini, kata Rudi, mereka melaksanakan patroli selama 15 hari, mulai dari Kota Subulussalam, Aceh Singkil, Aceh Selatan, Abdya, Nagan raya, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah dan Aceh Tengah. Tetapi mereka tidak melakukan patroli di Aceh Barat dikarenakan belum adanya tim disana.

"Tim kita melakukan patroli di 12 daerah yang masuk wilayah KEL, kecuali Aceh Barat karena belum ada tim," jelasnya.

Rudi menyebutkan, jerat yang paling banyak didapatkan itu dari Aceh Selatan, sedangkan untuk jenis jeratnya untuk landak, kemudian harimau dan gajah.

Rudi menambahkan, angka ini meningkat jauh dari tahun sebelumnya, dimana pada 2016 tim FKL hanya mengamankan 294 perangkap satwa di daerah KEL itu.

Komentar

Loading...