Unduh Aplikasi

PROYEK PEMBANGUNAN ONCOLOGY CENTER RSUDZA BANDA ACEH

Tim Bersama Rekomendasi Pemutusan Kontrak PT Araz Mulia Mandiri

Tim Bersama Rekomendasi Pemutusan Kontrak PT Araz Mulia Mandiri
Kasipenkum dan Humas Kejati Aceh Amir Hamzah. Foto: Ist

BANDA ACEH - Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Aceh, bersama Direktur Rumah Umum Zainoel Abidin (RSUDZA), PPTK, BPKP Aceh, APIP Inspektorat Aceh, menggelar pertemuan terkait status proyek pembangunan gedung oncology center RSUDZA. Pasalnya perusahaan pemenang proyek tersebut yakni PT Araz Mulia Mandiri masuk daftar hitam (black list).

Dalam pertemuan itu, direkomendasikan kepada Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) RSUDZA untuk memutuskan kontrak dengan PT Araz Mulia Mandiri. Total proyek pembangunan gedung oncology center RSUDZA mencapai Rp 39,5 miliar.

Baca: Uchok Sky Khadafi: Kontrak Pembangunan Gedung Oncology Bisa Langsung Diputuskan

Kepala Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Aceh Amir Hamzah membenarkan adanya rekomendasi pemutusan kontrak dengan perusahaan pemenang tender proyek tersebut.

"Dalam pertemuan itu sepakat agar proyek tersebut dihentikan sementara sambil menunggu keputusan selanjutnya. Apakah proyek itu akan dilakukan tender ulang atau tidak," kata Amir Hamzah kepada AJNN, Rabu (11/10).

Selain itu, kata Amir, dalam pertemuan itu dibahas terkait pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh PT Araz Mulia Mandiri, apakah akan dibayar sesuai persentase pekerjaannya atau tidak.

"Keputusan itu akan dilakukan rapat kembali sambil menunggu dari pihak Inspektorat," jelasnya.

Baca: Perusahaan Pemenang Proyek Rp 39,8 Miliar di RSUDZA Masuk Daftar Hitam

Ia mengatakan setiap perusahaan yang dinyatakan daftar hitam (black list) tidak bisa melaksnaakan pekerjaan. Pihak TP4D juga telah menyurati Inspektorat terkait persoalan itu. Namun, ia tidak menjelaskan isi surat yang telah dikirim ke pihak Inspektorat.

"Sudah dikirim surat ke Inspektorat oleh TP4D," ujarnya.

Komentar

Loading...