Unduh Aplikasi

Tik Tok Tik Tok

Tik Tok Tik Tok
Ilustrasi: ERP

DI sisa waktu yang sedikit ini, partai-partai politik pengusung pasangan Irwandi Yusuf dan Nova Iriansyah pada Pemilihan Kepala Daerah Aceh 2017 harus segera mendapatkan satu kesepakatan. Untuk sampai di fase itu, politikus dari partai politik pengusung harus menurunkan tensi dan mencari satu kesepakatan. 

Tentu yang sedang dibahas saat ini adalah calon wakil gubernur pengganti Nova yang dilantik menjadi Gubernur Aceh menggantikan Irwandi. Jika komunikasi tidak dibangun sejak saat ini, besar kemungkinan kesepakatan untuk menentukan dua nama yang akan diserahkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Aceh untuk dipilih menjadi wakil Nova tidak akan kesampaian. 

Menemui Nova untuk mencari pasangan yang sesuai dengan kebutuhan di sisa masa jabatannya adalah satu hal penting. Dengan demikian, tidak ada waktu terbuang dan proses politik dan administratif dapat segera dijalankan. 

PNA sendiri telah mengantongi beberapa nama untuk dijadikan wakil gubernur, seperti Irwansyah alias Muksamina, Samsul Bahri alias Tiong, dan Darwati A Gani, Abrar Muda serta Muhammad MTA. Seperti disampaikan oleh Sekjen PNA, Miswar Fuady, bahwa nama-nama itu sengaja dipilihkan memudahkan Nova dan menjaga soliditas di internal PNA. 

Tinggal bagaimana mengajak partai politik pengusung untuk mau menyetujui nama-nama itu. Apalagi, secara etika, PNA memang lebih berhak mengajukan calon wakil gubernur. 

Namun semua kembali kepada Nova, apakah calon yang disodorkan itu memang dapat membantu kerja Gubernur Aceh di sisa masa jabatan atau malah merongrong. Jangan sampai wakil gubernur malah menghambat gerak bosnya. 

Jadi, ketimbang sibuk mencari-cari calon sendiri-sendiri, partai politik pengusung harus duduk bersama. Membicarakan dan menemukan solusi dari permasalahan ini sampai tuntas kepada dua nama. Sehingga keinginan agar kursi wakil gubernur dapat segera terisi bisa diwujudkan. Ingat, waktu tersisa tak banyak.

Komentar

Loading...