Unduh Aplikasi

Tiga Warga Sumut Disambar Petir di Aceh Barat

Tiga Warga Sumut Disambar Petir di Aceh Barat
Korban ketika mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien. Foto: Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Tiga warga Bukit Jengkol, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (26/11) disambar petir saat sedang mengerjakan proyek irigasi di Desa Manggi, Kecamatan Panton Reu, Kabupaten Aceh Barat. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Tiga warga Sumatera utara yang disambar petir tersebut bernama Nobon, (40), M. Andi,(37) dan Iwan.

Nobon salah satu korban mengatakan saat kejadian dirinya bersama beberapa rekan mereka sedang istirahat menikmati kopi sore, di lapangan dekat proyek pembangunan irigasi namun tiba- tiba terjadi petir.

"Saat itu kami sedang ngopi ramai- ramai di lapangan bersama pekerja lainnya. Tiba- tiba ada petir, padahal tidak ada hujan, dan seketika itu saya kaget dan tercampak," kata Nobon.

Bahkan saat dirinya disambar petir, dririnya tidak sadar namun tiba- tiba badannya kaku serta kepanasan.

Menurutnya dalam kelompok kerjanya saat itu ada 20 orang, namun anehnya yang terkena hanya mereka bertiga, akan tetapi yang terparah menurut pengakuan Nobon adalah dirinya dan Andi.

Saat ini Nobon dan Andi pun terpaksa dirawat di Rumah Sakit Umum Cut nyak Dhien Meulaboh tepatnya di ruangan ICU, sedangkan Iwan setelah ditangani dokter diizinkan pulang.

Sementara itu rekan korban Amri, mengatakan saat melihat ketiga rekannya itu tersambar petir mereka langsung menanam sebagian badan mereka dalam lumpur dekat lapangan itu.

"Tidak langsung kami bawa rumah sakit. Tapi kami biarkan sebentar dan rendam di lumpur seperti kata- kata orang tua, setelah itu baru kami larikan ke rumah sakit," ungkap Amri.

Berdasarkan keterangan dokter Widiyawati Handayani yang menangani pasien mengatakan kondisi ketiganya saat ini masih dalam pengawasan, dan terpaksa dirawat di ICU.

Untuk yang satunyanya yang paling parah yaitu Nobon, mengalami luka dibagian paha, punggung, dan perut mengalami luka bakar.

"Yang satunya tidak terlihat luka bakar tapi tetap kita tangani secara intensif di ICU, dan tetap dicontrol," ujar Widiyawati.

Meski dalam kondisi parah, kata dia, keduanya saat ini dalam kondisi sadar dan dapat berbicara.

Komentar

Loading...