Unduh Aplikasi

Tiga Tahun Diurus, SK Pensiun PNS di Banda Aceh Tak Kunjung Keluar

Tiga Tahun Diurus, SK Pensiun PNS di Banda Aceh Tak Kunjung Keluar

BANDA ACEH – Jusdiana (60), berkelana selama dua tahun delapan bulan. Ia mengurus surat keterangan pensiun milik anaknya, Junawardi (41) yang meninggal pada 22 April 2014 lalu.

Junawardi meninggal masih dalam status Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Camat Jaya Baru Kota Banda Aceh. Saat itu, Junawardi beralamat di Desa Meunasah Papeun, Krueng Barona Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

“Sudah 2 tahun 8 bulan saya urus surat ini tapi tidak ada hasil, tidak muncul-muncul SK pensiunnya,” ujar Jusdiana, orang tua dari Junawardi kepada AJNN, Senin (12/12).

Jusdiana mengatakan mengurus surat keterangan pensiun untuk anaknya itu seperti bola yang dilempar-lempar tak jelas. Bahkan sampai sekarang ini tidak mendapatkan kejelasan mengenai surat keputusan itu dari Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Banda Aceh.

“Dulu adik (Junawardi) yang urus, karena dia sakit-sakitan maka disuruh saya untuk melanjutkan mengurusnya,” kata Jusdiana.

Sebelumnya kata Jusdiana, Junawardi memiliki dua istri. Ketika meninggal dunia, Junawardi sudah dipasah (gugat cerai) oleh istrinya yang kedua, Malinda Yani. Dan masih berstatus istri sah dengan istrinya yang pertama, Masnarina.

“Karena waktu (Junawardi) menikah dengan Malinda Yani, dia berstatus duda. Setelah dia nikah dengan Malinda, anaknya dari Masnarian yaitu Dio mau sunatan, jadi rujuk kembali dengan istri pertamanya,” kata Jusdiana.

Kata Jusdiana, BKPP Banda Aceh menyuruh dia untuk melapor Badan Kepegawaian Nasional (BKN) yang saat itu berada di Medan, Sumatera Utara. Dia diminta untuk melapor hal tersebut kepada BKN.

“Dan BKN sudah putuskan bahwa yang berhak adalah istri pertama. Karena mereka tidak sah cerai menurut dikatakan Mahkamah Syariah, masih istri sah Junawardi,” katanya.

Namun, kejelasan itu tidak mendapat angin segar bagi Jusdiana. BKPP Banda Aceh tetap tidak mengeluarkan surat keterangan yang dimintainya. Jusdiana, mengatakan dirinya sudah menjumpai semua yang diperintahkan BKPP untuk dia jumpai.

“Tapi sampai sekarang tidak juga keluar surat itu, padahal ini saya perjuangkan untuk tiga orang anak yatim,” ujar Jusdiana sambil meneteskan air mata.

Junawardi meninggalkan tiga orang buah hati, yang pertama Dio Aldi Syaputra yang lahir pada 1 November 1996 dari istri pertamanya, Masnarina. Anak kedua dan ketiga merupakan dari istri keduanya, Malinda Yani, yaitu Naurah Adinda lahir pada 15 April 2006 dan Dzaki Aulia 20 Oktober 2009 Malinda Yani.

Komentar

Loading...