Unduh Aplikasi

Tiga Tahun Berjalan, Progres Proyek Jembatan Singkil-Kuba Baru 10 Persen

Tiga Tahun Berjalan, Progres Proyek Jembatan Singkil-Kuba Baru 10 Persen
Kapal Panton yang menjadi landasan Crain sedang mengerjakan pemasangan tiang pancang pembangunan jembatan Kilangan-Kuala Baru.

ACEH SINGKIL - Pemerintah Aceh didesak segera menyelesaikan pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Singkil dengan Kecamatan Kuala Baru (Kuba) Kapubaten Aceh Singkil. Tiga tahun berjalan pekerjaan jembatan yang menjadi dambaan masyarakat itu baru terealisasi 10 persen.

Lambannya pembangunan jembatan yang akan membuka keterisoliran Kecamatan Kuala Baru itu lantaran minimnya kucuran anggaran dari pemerintah provinsi.

Dibangun tahun 2015, proyek jembatan yang diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp 125 miliar itu hingga penghujung tahun 2017 ini baru kebagian jatah dari provinsi senilai Rp 24 miliar.

Rincianya tahun 2015 Rp 10 Miliar, tahun 2016 hanya Rp 4 miliar dan tahun 2017 Rp 10 miliar.

"Pemerintah Aceh tidak serius membangun jembatan itu, kalau serius masak tiga tahun anggaran cuma 24 miliar rupiah, padahal jembatan itu sangat strategis dan sangat dibutuhkan ribuan warga Kuba agar mereka tidak terisolir lagi, kita berharap gubernur yang sekarang lebih respek," ujar Putra seorang warga, Rabu (25/10).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Singkil, Muzni tidak menampik jika kuncuran anggaran pembangunan jembatan itu minim sehingga prosesnya berjalan lamban.

"Rencana yang akan dibangun itu 9 Km dari Desa Kilangan menuju Kuala Baru, rencana pembuatan dua titik, jembatan Kilangan diperkirakan sepanjang 350 meter dan jembatan Kayu Menang-Kuala Baru sekira panjang 150 meter, biayanya sekitar Rp 125 miliar, yang diberikan baru 24 miliar dalam tiga tahun ini," kata Muzni.

Muzni mengatakan saat ini pelaksanaan pekerjaan jembatan dengan anggaran yang ada baru dapat membangun abudment, talud jembatan, serta tujuh pilar tiang pancang beton.

"Kita terus bermohon ke provinsi agar segera menuntaskan jembatan dan jalan itu, kalau rencana enam tahun tuntas, ini sudah tiga tahun, kalau bisa kita desak agar 3 tahun mendatang sudah tuntas, sebelum selesai itu, kami akan berkoordinasi dengan DPR untuk program pembuatan rakit penyeberangan, agar kendaraan bisa menyeberang ke Kula Baru," katanya.

Komentar

Loading...