Unduh Aplikasi

PROSES REHAB REKON PASCA GEMPA PIDIE JAYA

Tiga Tahap Tiga Cara

Tiga Tahap Tiga Cara
Reruntuhan gempa Pijay 2016 silam. Foto: Muksalmina

PIDIE JAYA - Gempa berkekuatan 6.5 SR menguncang Pidie Jaya 7 Desember 2016, bencana yang terjadi subuh itu mengakibatkan ribuan rumah warga rusak.

Dari ribuan rumah yang rusak akibat lindu itu, hanya 711 unit yang belum dibangun kembali. Namun, dalam waktu dekat, Pemerintah Pidie Jaya akan melakukan tender untuk pembangunan 711 unit rumah tersebut.

Proses rehab rekon pemukiman pasca gempa dimulai kurang dari dua tahun lalu atau tepatnya 2 Maret 2018.

Namun rehab rekon pemukiman itu dibagi dalam tiga tahap, dimana setiap tahapnya proses pembangunannya berbeda-beda.

Pada tahap pertama yang dimulai Maret 2018 itu, pembangunannya melalui kelompok masyarakat (pokmas) yang didampingi oleh konsultan menajemen atau konsultan pendamping.

Tahap ini dinilai berkalang masalah, betapa tidak, hingga detik ini, pembangunan yang dimulai hampir dua tahun lalu itu masih menyisakan sejumlah masalah, dengan kata lain masih terdapat rumah yang belum siap dikerjakan.

Selanjutnya tahap kedua, tahapan ini hampir sama dengan tahap pertama. Hanya saja, pendampingan tidak lagi dilakukan oleh konsultan menajemen, tetapi pendampingan langsung dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

"Yang tahap kedua semuanya sudah siap," kata Kepala BPBD Pidie Jaya, M Nasir, Jumat (27/12).

Dua tahap itu dibagi dalam tiga kategori, yakni kategori rehab sedang Rp 20 juta, rehab berat dan rehab rekon (bangun dari dasar) masing-masing Rp 85 juta.

Pada tahap ketiga yang menyisakan 711 unit rumah ini, proses pembangunannya tidak dilakukan secara kelompok lagi. Namun akan dilakukan dilelang.

Meski dalam data 711 unit tersebut terdapat kategori rusak sedang dan rehab berat, tetapi semuanya disama ratakan, yakni kategori rehab rekon atau bangun dari dasar.

"Tidak ada lagi rehab, semuanya bangun dari dasar," sebut Nasir.

Komentar

Loading...