Unduh Aplikasi

Tiga Siswa di Abdya Diamankan Satpol PP Karena Bolos

Tiga Siswa di Abdya Diamankan Satpol PP Karena Bolos
Bolos siswa
ACEH BARAT DAYA - Pihak Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendapati 3 orang siswa sedang asik bermain games di salah satu Warung Internet (Warnet) pada saat jam belajar, Senin (19/10) sekitar pukul 10.00 WIB. Akibatnya, para siswa tersebut terpaksa digelandang ke Kantor Satpol PP dan WH setempat.

“Kita dapati sedang asyik main games disalah satu warnet, langsung kita amankan untuk diberi arahan agar tidak mengulanginya kembali, selanjutnya ketiga siswa itu, kita kembalikan kepada pihak sekolah,” kata Kepala Satpol PP dan WH Abdya, Riad SE.

Riad berharap, agar pihak sekolah untuk lebih ekstra ketat menjaga siswanya, sehingga siswa tidak berkeliaran saat jam belajar, apalagi saat ditangkap siswa-siswa tersebut masih mengenakan seragam sekolah.

“Sehingga dengan mudah kita mengetahui dari sekolah mana dia berasal,” pintanya.

Bukan hanya itu saja, sambungnya Riad, sekitar seminggu yang lalu personel Satpol PP dan WH juga telah mengamankan delapan siswa SMA Negeri 1 Abdya yang sedang berkeliaran saat jam belajar.

“Pekan lalu, Personel Satpol PP dan WH juga menemukan para siswa sedang bermain dan bersantai ria di lokasi Pantai Cemara Indah, Kecamatan Susoh,” ujarnya.

Yang sangat disayangkan lagi, tambah Riad, para siswa itu ditemukan sedang merokok, seolah-olah tidak ada beban sedikitpun, padahal kedua orang tuanya dengan susah payah menyekolahkan anaknya demi menggapai masa depan.

“Kita tidak mengerti siapa yang harus disalahkan, apakah orang tuanya, pihak sekolah atau dirinya sendiri yang memang tidak bisa disiplin dan memahami tentang berkelakuan baik,” ujarnya singkat.

Menyikapi hal itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Abdya, Arianto SPdI, mengakui kalau pihaknya sudah menjaga ekstra ketat keamanan di sekolah, namun para siswa tersebut nekat lompat pagar, terkadang memang dengan sengaja kendaraannya terpakir diluar pekarangan sekolah, agar memudahkan mereka untuk bolos pada saat jam belajar.

“Maka dari itu kita juga meminta peran dari orang tua siswa atau walinya, agar sering mengontrol anaknya, sekali-kali tanyakan kepada mereka sejauh mana pelajaran yang sudah dicapai disekolah,” tutur Arianto

Disamping itu, Arianto juga telah memberi peringatan kepada siswa di sekolah yang ia pimpin tersebut, jika 3 kali berturut-turut seorang siswa tidak hadir maka pihaknya akan menyurati kedua orang tuanya.

|JULIDA FISMA

Komentar

Loading...