Unduh Aplikasi

Tiga Program Prioritas 100 Hari Kerja Irwandi-Nova

Tiga Program Prioritas 100 Hari Kerja Irwandi-Nova
Mendagri, Tjahjo Kumolo memasang pin sebagai tanda resmi dilantiknya Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh, Rabu (5/7) di Gedung DPR Aceh, Banda Aceh. Foto: Humas Aceh

BANDA ACEH - Dalam masa 100 hari kerja Pemerintah Aceh di bawah kepemimpinan Gubernur Irwandi Yusuf dan Wakil Gubernur Nova Iriansyah ada beberapa terobosan yang telah dilakukan sejak dilantik oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) pada 5 Juli 2017 lalu.

Dalam waktu 100 hari kerja, Irwandi-Nova lebih memprioritaskan pada tiga program terlebih dahulu yakni sektor pendidikan, sektor kesehatan, dan pembebasan lahan tol Trans Sumatera.

"Tiga program itu yang menjadi penekanan kami dalam 100 hari kerja," kata Nova Iriansyah saat jumpa pers di gedung serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Jumat (13/10).

Di sektor pendidikan, kata Nova, pemerintah memberi bantuan pendidikan anak yatim piatu dengan menambah beasiswa senilai Rp 61 miliar lebih dari sebelumnya Rp 185,6 miliar menjadi Rp 247,5 miliar. Beasiswa itu disalurkan kepada 103.148 anak yatim piatu dan anak fakir miskin di Aceh. Masing-masing menerima dana bantuan pendidikan sebanyak Rp 2,4 juta/tahun, sedangkan sebelumnya hanya Rp 1,8 juta.

"Di sektor Kesehatan sepenuhnya membenahi JKA Plus dengan penyederhanaan layanan, sehingga masyarakat Aceh mudah dan cepat saat berobat ke rumah sakit," kata Nova.

Penyederhanaan layanan ini ditegaskan melalui Instruksi Gubernur Aceh nomor 01/INSTR/2017 terkait pembentukan tim terpadu dan menyiapkan petugas registrasi kependudukan on site untuk memudahkan proses registrasi pasien yang belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), kartu BPJS di Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh.

"Kami juga menggagas dan menerapkan sistem finger print untuk kemudahan akses layanan, dan ada 60 rumah sakit sudah memasang finger print pasien dari total 66 rumah sakit serta beberapa bentuk pelayanan lainnya," ungkapnya.

Sedangkan untuk program Aceh Seumeugot yaitu pembebasan lahan Tol Trans Sumatera, Pemerintah Aceh telah menerima Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) dari Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPN) Wilayah I pada Kamis, (24/8) lalu.

"Empat paket rencana pembangunan tol Aceh yang tersambung tol Sumatera Utara (Sumut) yaitu Banda Aceh-Sigli 75 kilo meter (Km), Sigli-Lhokseumawe 135 Km, Lhokseumawe-Langsa 135 Km dan Langsa-Binjai, Sumut 110 Km," jelasnya.

Pembangunan tol Trans Sumatera ruas Banda Aceh-Sigli (paket I) akan melintasi dua kabupaten, sepuluh kecamatan dan 78 gampong dengan panjang jalan mencapai 74 Km dengan luas tanah yang diperlukan mencapai 857 hektare.

Progress saat ini sudah dipatok dari titik nol kawasan Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar hingga ke Padang Tiji Kabupaten Pidie. Target pembebasan lahan tuntas akhir Oktober 2017, sehingga awal tahun 2018 diharapkan dapat dimulai pekerjaan pembangunan.

"Masih banyak program menuju Aceh hebat lainnya yang akan dilaksanakan. Saat ini dalam waktu 100 hari kerja hanya mampu mengutamakan tiga program saja, karena memang tahun pertama ini masih menggunakan anggaran lama, sedangkan untuk anggaran perubahan 2017 masih menunggu hasil koreksi dari Mendagri," kata Nova.

Komentar

Loading...