Unduh Aplikasi

Tiga Terduga Pelaku Perdagangan Manusia di Lhokseumawe Kembali Dibekuk

Tiga Terduga Pelaku Perdagangan Manusia di Lhokseumawe Kembali Dibekuk
Petugas saat mengamankan tiga sindikat perdagangan manusia. Foto: Ist

LHOKSEUMAWE – Satuan Tugas (Satgas) penanganan imigran etnis Rohingya Kota Lhokseumawe membekuk tiga pelaku perdagangan manusia di daerah tersebut.

Ketiga pelaku tersebut berinisial SS, jenis kelamin laki-laki, MF seorang perempuan yang bertugas sebagai penyambung lidah, JM laki-laki sebagai supir.

Komandan Kodim, 0103 Aceh Utara, Letkol Arm Oke Kristianto kepada AJNN mengatakan, ketiganya ditangkap sekitar empat hari lalu di lingkungan Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasa Mee, Kandang, Kota Lhokseumawe, yakni tempat penampungan sementara imigran Rohingya tersebut.

“Jadi NF melakukan gerak-gerik mencurigakan di depan BLK, dan terlihat oleh tim pengamanan. Setelah didatangi perempuan itu punya gelagat untuk kabur,” kata Dandim, Senin (9/11).

Dandim menambahkan, JM yang bertugas mengendarai mobil langsung kabur, namun pertugas terus mengejar dan berhasil ditangkap sekitar satu kilometer jarak dari lokasi BLK, pelaku ditangkap saat sedang menggantikan plat mobil.

“Setelah dua berhasil kita tangkap, ternyata ada seorang lagi berinisial SS, NF mengaku itu suaminya sedang Salat dan ternyata saat ditemukan NF menggunakan celana pendek dan sembunyi di semak-semak,” tutur Dandim.

Lanjut Oke, setelah ditangkap, ke tiga tersangka dibawa ke Makodim Aceh Utara. Di sana kembali introgasi dan diketahui NF beragama Islam dan dua laki-laki lain non muslim. Dan di sini terbukti bahwa wanita tersebut berbohong.

“Dari itu kita kembangkan bahwa ada sindikat. Setelah kita dalami NF disuruh oleh Aziz yang berada di Malaysia. Aziz terus menghubungi NF secara bolak balik,” ungkap Oke.

NF dan SS kata Dandim menerima bayaran dari Aziz sebanyak dua kali, pertama sebesar 1200 ringgit Malaysia, dan ke dua menerima upah sebesar 2000 ringgit Malaysia.

“Ketiganya sudah kita serahkan ke Mapolres Lhokseumawe,” imbuh Dandim.

Komentar

Loading...