Unduh Aplikasi

Tiga Pekan ke Depan, Bupati Ruslan Mendekam di Rutan Pomdam Jaya

Tiga Pekan ke Depan, Bupati Ruslan Mendekam di Rutan Pomdam Jaya
Bupati Bener Meriah Ruslan Abdul Gani. Foto: Lintas Gayo
BANDA ACEH - Untuk kepentingan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi menahan Bupati Bener Meriah Ruslan Abdul Gani. Bekas Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang ini mendekam di rumah tahanan negara kelas I, Cabang KPK. Lokasi ini berada di Pomdam Jaya Guntur, Jakarta Timur.

“Penahanan dilakukan untuk 20 hari ke depan. Terhitung mulai hari ini di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK yang berlokasi di Pomdam Jaya Guntur,” kata Yuyuk Andriati Iskak, petugas humas KPK, Rabu (16/3).

Baca: Bupati Bener Meriah Ditahan KPK

Sebelum ditahan, KPK telah menetapkan Ruslan sebagai tersangka. Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan dua orang lainnya sebagai tersangka, yakni Ramadhani Ismy, pejabat pembuat komitmen (PPK) Satuan Kerja Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang di BPKS.

Tersangka lain adalah Heru Sulaksono. Dia menjabat sebagai Kepala PT Nindya Karya cabang Sumatera Utara dan Aceh. Kedua tersangka divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 2014.

Heru dihukum sembilan tahun penjara, denda Rp 500 juta rupiah subsider empat bulan kurungan serta uang pengganti Rp 12,6 miliar. Sedangkan Ramadhani divonis enam tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan.

Upaya Heru mendapatkan keringanan di tingkat kasasi gagal. Mahkamah Agung menambah vonis menjadi 15 tahun penjara, denda Rp 5 miliar subsider satu tahun kurungan serta uang pengganti Rp 23,1 miliar.

Komentar

Loading...