Unduh Aplikasi

Tiga Parnas di DPRK Aceh Barat Bentuk Fraksi Pedes

Tiga Parnas di DPRK Aceh Barat Bentuk Fraksi Pedes
Sekretaris DPRK Aceh Barat, Mulyadi. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat telah menyusun tata tertib (tatib) dan fraksi dewan setempat. Ada lima fraksi yang terbentuk untuk periode 2019-2024, artinya berbeda dengan periode tahun lalu yang hanya ada empat fraksi.

Dari lima fraksi yang terbentuk itu, Partai Gerindra dan Partai Nanggroe Aceh (PNA) resmi berkoalisi dalam satu fraksi yakni Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) .

Sedangkan empat fraksi lainnya yakni Fraksi Partai Aceh (PA), Fraksi Partai Golkar, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), sementara PPP, Demokrat dan PKS membentuk satu Fraksi Bersama yang diberi nama Fraksi Pedes.

Sekretaris DPRK Aceh Barat, Mulyadi mengungkapkan lahirnya lima fraksi pada periode ini karena ada empat partai politik berhasil memperoleh cukup kursi.

"PA, PAN, Golkar dan Gerindra memperoleh empat kursi, sesuai dengan jumlah kursi dari 25 kursi, maka partai yang memperoleh minimal empat kursi bisa membentuk satu fraksi. Untuk Gerindra empat kursi dan PNA bergabung di Ffraksi Gerindra," kata Mulyadi, Senin (7/10).

Namun, Mulyadi tidak menjelaskan lebih jauh alasan PNA bergabung menjadi satu fraksi dengan Gerindra, dan tidak bergabung dengan fraksi bersama.

"Kami juga sudah membahas alat kelengkapan dewan untuk masa kerja periode 2019-2024," ungkapnya.

Baca: Tinggalkan Partai Aceh, Gerindra Bangun Koalisi dengan PNA

Untuk alat kelengkapan dewan (AKD) tersebut, Mulyadi mengaku kalau nomenklaturnya telah diserahkan ke Pemerintah Aceh dan tinggal menunggu diteken oleh Gubernur Aceh.

"Untuk SK pimpinan juga sudah ke gubernur, dan tinggal diteken," ujarnya.

Jika nantinya alat kelengkapan dewan dan SK pimpinan telah diteken Gubernur, kata dia, maka pelantikan pimpinan dewan segera dilakukan. Ia mempredisikan pelantikan dewan akan berlangsung minggu ke tiga oktober ini.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk hal lainnya seperti bimbingan teknis bagi para anggota DPRK terpilih itu juga telah dilakukan pada September lalu di Banda Aceh.

"Anggaran mencapai Rp 360 juta lebih dengan waktu kegiatan selama lima hari yakni sejak tanggal 9 September hingga 13 september," katanya.

Ia mengungkapkan kalau anggaran sebesar Rp 360 juta untuk menanggung biaya penginapan, akomodasi dan transportasi 25 anggota DPRK, serta panitia pelaksana dari kesektretariatan lembaga tersebut.

"Kalau dibilang besar itu sudah standar bagi setiap DPRK yang jumlah anggotanya 25 orang. Rata-rata budgetnya sama, kalau ada selisi paling Rp 2 atau Rp 3 juta dengan DPRK kabuptrn/kota lain di Aceh," ungkapnya.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...