Unduh Aplikasi

Tiga Nelayan Aceh yang Ditahan di India Tiba di Tanah Rencong

Tiga Nelayan Aceh yang Ditahan di India Tiba di Tanah Rencong
Kepala Dinas Sosial Aceh, Al Hudri saat memberikan arahan kepada para nelayan yang baru saja dipulangkan, Aula Dinsos Aceh, Kamis, 8 Oktober 2020. Foto: Ist

BANDA ACEH - Sebanyak tiga nelayan Aceh yang selama ini ditahan di India sudah dipulangkan kembali ke tanah air. Kepulangan mereka disambut Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial. 

Para nelayan ini tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang menggunakan maskapai Garuda Indonesia, Kamis (8/10) sekitar pukul 10.20 WIB. 

Adapun tiga nelayan Aceh yang sebelumnya ditahan di India karena melanggar batas teritorial laut tersebut antara lain Azman Syah (30) warga Banda Aceh, Kaharuddin (41) dan Munazir (32) asal Aceh Timur. 

Baca: Pemerintah Aceh Pulangkan Tiga Nelayan Yang Ditangkap di India

Kepala Dinas Sosial, Al Hudri mengatakan, ketiga nelayan tersebut awalnya ditangkap pada 02 September 2019 menggunakan kapal KM ATHIYA  02 karena memasuki wilayah perairan India setelah terjebak kabut asap saat sedang menangkap ikan tuna. Lalu, mereka kehilangan kontak selama 20 hari. 

Kemudian, pada 22 September 2019, Dinas Sosial Aceh menerima laporan dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang diteruskan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi terkait tiga ABK yang tertangkap tersebut.

"Karena memasuki wilayah perairan India tanpa izin dan dokumen lengkap mereka ditangkap, dan dipenjara di Distrik Jail Of Andaman dan Nikobar India," kata Al Hudri, Kamis (8/10). 

Selanjutnya, kata Al Hudri, ketiga ABK ini divonis bebas dari pengadilan India lantaran posisi mereka berada di Port Blair Nikobar. Sehingga perlu difasilitasi pemulangan mereka oleh Pemerintah Aceh.

"Perlu kami sampaikan bahwa, selain tiga ABK ini, dua hari lalu Pemerintah Aceh juga telah memulangkan 51 nelayan Aceh yang mendapatkan Amnesty dari Kerajaan Thailand, dan sudah berkumpul bersama keluarga mereka," ujarnya. 

Dalam kesempatan ini, Al Hudri berpesan kepada para nelayan untuk senantiasa menjaga tapal batas negara saat pergi melaut, sehingga kejadian yang sama tidak terulang kembali kemudian hari. 

"Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial tentu akan senantiasa mensosialisasikan tapal batas wilayah yang bisa melaut kepada para nelayan Aceh," tutur Al Hudri.
 

Komentar

Loading...