Unduh Aplikasi

Tiga Napi Narkoba di Lapas Medan Terlibat Sindikat Penipuan Online Jaringan Provinsi

Tiga Napi Narkoba di Lapas Medan Terlibat Sindikat Penipuan Online Jaringan Provinsi
Polisi memperlihatkan tersangka dan barang bukti. Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE - Tiga narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di wilayah Medan, terlibat dalam sindikat kasus penipuan online jaringan provinsi.

Ketiga tersangka yang sudah ditetapkan sebagai DPO Polres Lhokseumawe itu yakni, MW (27), FY (34) napi narkoba di Lapas si Malungun, dan NN (19) napi narkoba di rumah tahanan wanita Negara Tanjung Gusta Medan.

“Ketiga narapidana tersebut saat ini masih di dalam Lapas, karena mereka berhasil memakai handphone di dalam rumah tahanan itu, sehingga bisa melakukan aksinya dengan mulus,” ujar Waka Polres Lhokseumawe Kompol Ahzan, didampingi Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang, Kamis (27/2).

Dikatakan Ahzan, keempat sindikat tersebut memiliki tugas masing-masing, yakni MW bertugas mencari data sebagai sasaran dengan memegang alat komunikasi berupa handphone.

“FW dan NN yang bertugas melakukan penipuan setelah mendapat sasaran itu. Dan FR yang mengambil uang setelah ditransfer oleh korban,” ujarnya.

Baca: Polres Lhokseumawe Bekuk Sindikat Penipuan Online Jaringan Provinsi

Sambung Ahzan, sejauh ini sudah ada tiga korban yang berhasil ditipu oleh mereka, satu di Lhokseumawe, dua di daerah lain.

“Pasal pidana yang disangkakan yaitu Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama empat tahun. Sementara tiga napi tersebut akan dihukum, setelah menjalani hukumannya yang saat ini lebih kurang maisng-masing 20 tahun,” tuturnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat apabila menerima penelpon gelap dan mengaku atas nama siapa pun, akan lebih baik jangan digubris, karena modus itu sudah berulang kali terjadi.

“Banyak korban yang sudah tertipu, jadi masyarakat harus waspada dan hati-hati, jika telponnya terus berulang, akan lebih baik blokir saja nomornya,” imbauh Ahzan.

Komentar

Loading...