Unduh Aplikasi

Tiga Menit Melepas Rindu dengan Keluarga

Tiga Menit Melepas Rindu dengan Keluarga
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE – Ratusan Imigran asal Myanmar etnis Rohingya yang ditampung di Balai Latihan Kerja (BLK) Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe diberikan kesempatan untuk berbicara dengan keluarganya menggunakan video call dan telepon seluler.

Fasilitas itu diberikan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Lhokseumawe didampingi penerjemah, dengan jangka waktu berbicara hanya tiga menit saja.

Sekretaris PMI Lhokseumawe, Agam Khalilullah kepada AJNN mengatakan, Restoring Family Link (RFL) atau program pemulihan hubungan keluarga itu dilakukan guna untuk memberikan kabar kepada keluarga Imigran Rohingya yang ada di Bangladesh dan Malaysia bahwa mereka dalam kondisi baik di tempat penampungan sementara, selain itu juga untuk melepas rindu bersama keluarga.

“Kita dari PMI menyediakan layanan telepon gratis, hanya rentan waktu tiga menit, memberitahkan kepada keluarga mereka (Rohingya) yang ada di Bangladesh dan Malaysia, kalau dalam kondisi selamat dan sehat,” kata Agam kepada AJNN, Kamis (1/10).

Imigran Rohingya, sambung Agam, hanya bisa menghubungi ibu, bapak, keluarga kandung, nenek dan kakek. Kalau ada yang mengaku suami tidak bisa difasilitasi karena belum tentu itu suaminya yang sah.

“Mereka didampingi oleh penerjemah, karena jika ada pembicaraan yang melenceng, seperti perdagangan manusia dan lainnya. Jadi, jika pembicaraan itu terjadi maka langsung dimatikan,” ungkapnya.

Lanjut Agam, imigran Rohingya itu masing-masing membawa nomor telepon keluarga mereka. Sehingga, mereka dengan mudah untuk menghubungi dan memberi kabar ketika berada di tempat penampungan.

Sementara itu, Agam juga mengatakan, sejauh ini pihaknya juga melakukan pemulihan trauma terhadap anak-anak Imigran Rohingya. Program itu sangat penting, karena di negera sendiri mereka sudah terjadi konflik, dan di kapal juga terjadi hal sama, sehingga membuat wanita dan anak-anak trauma.

“Kita juga mengajarkan tentang pengenalan bahasa. Namun, untuk kendala selama ini belum ada, karena ada penerjemah,” tuturnya.

Agam menambahkan, PMI Lhokseumawe juga sudah membangun 10 unit kamar mandi, karena itu kebutuhan yang mendesak. Selain itu, juga menyediakan mobil tangki air, dalam satu hari tiga kali dengan kapasitas air 13 ribu liter per mobil.

“PMI berharap, hak dasar Imigran Rohingya harus tetap terpenuhi, karena selama ini Pemko Lhokseumawe sudah cukup bagus memberikan fasilitas, selain itu juga sudah ada klinik di BLK,” imbuhnya.

Komentar

Loading...