Unduh Aplikasi

Tiga Bangunan Disperindagkop Pidie Jaya Masih Terlantar

Tiga Bangunan Disperindagkop Pidie Jaya Masih Terlantar
Pasar ikan di Pangwa, Kecamatan Trienggadeng.

PIDIE JAYA - Tiga bangunan milik Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Pidie Jaya yang dibangun dengan menelan biaya belasan miliar hingga saat ini masih terlantar.

Penelusuran AJNN, Kamis (3/10) ketiga bangunan tersebut itu adalah, Pasar Rakyat di Kecamatan Trienggadeng, pasar yang dibangun pada tahun 2017 dengan pagu anggaran Rp 5.6 miliar itu masih terlantar.

Baca: Dibangun Tahun 2017, Pasar Rakyat di Trienggadeng Masih Terlantar

Kemudian, masih di Kecamatan Trienggadeng, pasar ikan dan kios sayur di pasar Pangwa, pasar yang dibangun pada tahun 2013 itu hingga saat ini juga masih terlantar.

Selanjutnya kios di terminal tipe B Kecamatan Meurah Dua, bangunan yang dibangun pada tahun 2016 dengan anggaran mencapai Rp 5.5 miliar lebih itu juga belum berfungsi maksimal.

Beberapa muka kios sudah ada penjual yang membuka usaha, seperti usaha warung kopi, pembuatan sepatu dan sebagainya. Namun masih banyak kios di komplek terminal itu yang tidak dibuka sama sekali.

Menurut Sekretaris Disperindagkop Pidie Jaya, Muslem, kios tersebut belum dapat disewakan karena kios tersebut belum dilakukan serah terima antara Pemerintah Pusat dengan pemerintah setempat.

"Kios itu kan hibah dari pusat, belum dilakukan serah terima hibah, jadi kita tidak dapat menyewakan kios tersebut. Tapi baiknya dikonfirmasi masi ke ibu (kadis)," pinta Muslem.

Kadis Perindagkop Pidie Jaya, Rapiati yang dihubungi AJNN menjelaskan, untuk Pasar Rakyat di Kecamatan Trienggadeng akan segera difungsikan dalam waktu dekat.

"Dalam waktu dekat akan segera dilaunching, bulan ini akan difungsikan. Semua lapak di pasar tersebut sudah ada penyewanya, tinggal launching saja," kata Rapiati.

Sementara kios di terminal Meurah Dua, lanjut Rapiati, selama setahun kios di komplek terminal itu diberikan cuma-cuma kepada masyarakat untuk membuka usaha.

"Kios-kios di Meurah Dua itu sudah ada pemiliknya, malah banyak masyarakat yang meminati kios itu, tapi kiosnya tidak cukup. Selama satu tahun kami tidak mengambil biaya sewa, dengan begitu, masyarakat yang ingin membuka usaha di komplek terminal tidak perlu mengeluarkan biaya sewa toko selama satu tahun, uang sewa toko itu dapat dijadikan modal usaha," jelas Rapiati melalui seluler.

Ironisnya, meski kios di komplek terminal itu sudah ada pemilik (penyewa), namun masih banyak kios yang tutup dari pada yang buka.

"Jika ada yang tidak buka, kita akan ambil kembali dan memberikan kepada masyarakat lain," cetusnya.

Komentar

Loading...