Unduh Aplikasi

Tidak Hanya Fokus Migrasi, BSI Diminta Tidak Abaikan UMKM dan Pengusaha

Tidak Hanya Fokus Migrasi, BSI Diminta Tidak Abaikan UMKM dan Pengusaha
Logo BSI. Foto: IST.

BANDA ACEH - Chairul Muslim salah satu pengusaha Aceh mengaku kecewa terhadap manajemen Bank Syariah Indonesia (BSI) yang hanya melayani migrasi dari BRI Syariah dan BNI Syariah ke BSI di Aceh.

Pasalnya, menurut Chairul, bank yang memiliki fungsi intermediasi, dimana banyak pihak yang terkait dengan itu tetapi saat proses migrasi pihak bank mengabaikan fungsi lainnya seperti memberikan jaminan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Bank itu fungsinya intermediasi, jadi banyak pihak terkait dengan fungsinya terutama pengusaha, dan pengusaha bermacam-macam kebutuhannya, tidak hanya hidup rekening saja atau proses kredit, tapi termasuk juga disitu ada penjaminan bank karena kita ya pelaku UMKM,” kata Chairul, kepada AJNN, Jumat (11/6).

Chairul menyebutkan, dengan proses migrasi yang sedang berlangsung di Aceh, pihak BSI tidak dapat memberikan jaminan bank untuk pengusaha atau kontraktor yang ikut tender dalam proyek.

“Karena proses migrasi nampaknya semua fungsi yang lain dan dukungan perbankan, fasilitas perbankan itu tertangguhkan nampaknya, karena untuk ikut tender harus ada syarat jaminan dari bank, apalagi kalau proyek APBN itu harus bank nasional, sementara bank nasional hanya ada BSI di Aceh, tapi BSI tidak bisa memberikan layanan jaminan karena mereka fokus pada migrasi,” tutur Chairul.

Kata Chairul, jika layanan jaminan bank bagi pengusaha hanya bisa dijalani pada bulan depan, terpaksa pengusaha di Aceh hanya bisa menjadi penonton saat proyek sudah dilelangkan oleh pemerintah.

“Saya sudah datang ke BSI untuk meminta jaminan bank agar saya bisa melengkapi syarat ikut proyek, tetapi jaminan bank baru dapat difasilitasi akhir bulan ini, sedangkan lelang pekerjaan banyak dibuka bulan ini karena untuk serapan anggaran, kalau kek gini kita pengusaha Aceh hanya bisa menjadi penonton saja,” sebutnya.

Chairul mengungkapkan, pihaknya mendukung langkah BSI yang sedang melakukan migrasi di Aceh, tetapi dirinya berharap agar pengusaha di Aceh juga dapat diberikan fasilitas dan tidak terganggu dengan proses migrasi yang sedang dilakukan BSI.

“Kita sudah sampaikan bahwa kita senang BSI melakukan migrasi di Aceh, tapi tolong proses kita sebagai pengusaha khususnya UMKM ini masih tetap bisa difasilitasi, kalau tidak bisa difasilitasi berarti kami tidak bisa ikut tender, dan saya pikir nampaknya proses migrasi BSI seperti tidak siap,” tutupnya.

Komentar

Loading...