Unduh Aplikasi

Tiba di Jakarta, 51 Nelayan Aceh dari Thailand Ditest Swab

Tiba di Jakarta, 51 Nelayan Aceh dari Thailand Ditest Swab
51 Nelayan Aceh saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Kamis, 1 Oktober 2020. Foto: Humas BPPA.

BANDA ACEH - Sebanyak 51 nelayan Aceh yang dipulangkan dari Thailand sudah tiba di Jakarta. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Aceh, mereka harus menjalani pemeriksaan swab Covid-19 di Wisma Atlet Pademangan. 

Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, Almuniza Kamal mengatakan, sebelum dipulangkan ke Aceh, 51 nelayan itu dibawa ke Wisma Atlet Pademangan Jakarta terlebih dahulu untuk mengikuti test swab (tes usap), hasilnya diperkirakan keluar sekitar tiga hari kedepan. 

"Apabila nanti hasil mereka negatif, maka akan diperbolehkan pulang ke Aceh. Namun jika diantara mereka ada yang positif, akan diisolasi terlebih dahulu, tapi kita doakan semoga mereka sehat-sehat semuanya," kata Almuniza, Jumat (2/10). 

Almuniza menyebutkan, ke 51 nelayan itu rata-rata berasal dari Aceh Timur, mereka bagian dari enam nelayan anak yang dipulangkan Pemerintah Aceh pada pertengahan Juli 2020 lalu, 

"Namun, ke 51 nelayan ditangkap dalam waktu dan kapal yang berbeda," ujarnya. 

Almuniza menjelaskan, awalnya 30 nelayan dari Kapal Perkasa Mahera dan Vothus ditangkap di Perairan Andaman pada 21 Januari 2020, sedangkan 21 nelayan lainnya yang berada di Kapal Tuah Shultan diamankan pada 10 Maret 2020.

"Mereka mengikuti persidangan juga diwaktu yang berbeda. Kalau nelayan dari kapal Perkasa Mahera dan Vothus ikut persidangan pada 13 Maret 2020 di Pengadilan Negeri Phang Ngah, Thailand. Sedangkan yang dari Kapal Tuah Shultan persidangan 16 Mei 2020 lalu," terang Almuniza. 

Dalam persidangan itu, kata Almuniza, ke 51 nelayan tersebut mendapat hukuman kurungan badan satu hingga dua tahun penjara. Namun, belum sampai satu tahun mereka sudah dibebaskan. Hal itu berkat kerjasama antara pemerintah Aceh dengan Kementerian Luar Negeri dan Otoritas Kerajaan Thailand.

"Menurut laporan Kementerian Luar Negeri, mereka mendapat amnesti atau pengampunan dari Raja Thailand Rama X atau Raja Maha Vajiralongkorn, yang berulang tahun ke 65 pada 28 Juli lalu, yang kemudian ditetapkan oleh Hakim Pengadilan Phang Nga," tutup Almuniza. 

Adapun 31 nelayan dari Awak Kapal Perkasa Mahera dan Voltus, diantaranya Munir, Endi Mulyadi, Azrizal, Dedi Puruatda, Firmansyah, Muhammad Munir, Musliadi, Rahmad Nanda, Musliadi, Feri Madona, Musliadi, Saleh Saputra, Saifullah, Hamdani, Zulkifli, Jumadi dan Nuroin. 

Kemudian Basri, Ibrahim, Mawar Effendi, Muhammad Jamlu, Khaironnisa, Ishak, Nurdin Hanafiah, Tarmizi, M. Yunus Budiman, Muhammad Nasir, Junaidi, Muhammad Mirza dan Sayet Khadafi.

Sedangkan 20 awak Kapal Tuah Shultan, yaitu Saidan, Sofian, M. Saidan, Basri, Amat/M. Ramadhan, Jafaruddin, Idris J, Midi Muslim, M. Nurwandi, Muchlis, Khwanuddin, Muhammad Saputra, Safuri, Faisal, Fakhrurrzi, Arun, Zulkifli, Rusli, Raifaksi, Hernanto dan Razali.

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...