Unduh Aplikasi

Tiang Pancang PLTU Nagan Raya Mulai Dibongkar di Pelabuhan Calang

Tiang Pancang PLTU Nagan Raya Mulai Dibongkar di Pelabuhan Calang
Pekerja sedang melakukan bongkar muat tiang pancang di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya, Sabtu (26/1) malam pukul 23.30 WIB. Foto: AJNN/Suar

ACEH JAYA - Tiang Pancang milik PLTU Nagan Raya seberat 7.892 MTON yang diangkut kapal MV TRI FRIEND/ 2001 berbendera Panama dari Pelabuhan Fuzhou China mulai dibongkar di Pelabuhan Calang sejak Sabtu (25/1) malam.

Kapal asing TRI FRIEND dengan ukuran 7141 GT itu mulai mendarat di Pelabuhan Calang, Aceh Jaya pada Jum'at (24/1) dini hari 04.00 wib.

"Tiba di pelabuhan kita (Calang) pada Jum'at dini hari menjelang subuh, dan setelah melewati berbagai tahapan proses termasuk pemeriksaan beacukai dan Imigrasi serta petugas syahbandar kini sudah mulai dibongkar tiang pancangnya," kata Azwana Amru Harahap selaku Pejabat Pembuat Komitmen Pelabuhan Calang kepada sejumlah awak media di Pelabuhan Calang, Sabtu (25/1) malam.

Katanya, kapal pengangkut tiang pancang ini merupakan kapal ke 4 dan akan membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk proses bongkar muatan dari kapal ke lapangan penumpukan jika cuacanya normal.

"Ya kalau cuacanya bagus normalnya hanya butuh sekitar 2 minggu untuk proses bongkar muat tiang pancang ini," terang Amru.

Sementara itu, terkait siapa yang akan mengerjakan bongkar tiang pancang ini sepenuhnya wewenang pihak IOT selaku pemilik barang dan pihak Syahbandar tidak dapat mengintervensinya.

"Terkait bongkar muat itu sepenuhnya hak IOT, mereka berhak menunjuk siapa saja yang menurut mereka nyaman bekerja, dan tugas kami hanya memfasilitasi," tambah Amru.

Namun demikian, pihaknya juga sudah berkomunikasi dengan pihak IOT terkait pekerja bongkar muat tiang pancang supaya dapat dikerjakan secara proposional dan adil agar tidak ada gejolak di tengah masyarakat.

"Dua hari sebelum kapal mendarat kami sudah duduk dengan pihak IOT, dan kami minta tolong kalau bisa dibagi pekerjaannya, ya karena hanya sebatas itu yang bisa dibantu pihak Syahbandar," ungkap Amru.

Baca: Kisruh Bongkar Muat di Pelabuhan Calang, Bupati Sarankan Tempuh Jalur Hukum

Namun IOT mengatakan yang selama ini pihaknya sudah sangat adil dan sudah dilakukan pembagian.

"Kemarin yang terakhir kan kita sudah kasih ke pihak PT. Tuah Akfi Utama, dan kali ini kita kasih ke yang lain lagi (PT. Buana Putra Lestari), biar semua mendapat bagian," kata Amru yang mengulangi perkataan pihak IOT.

Sementara itu, pihak Syahbandar sangat berharap kepada semua pihak yang terlibat untuk saling menjaga ketertiban dan keamanan, jika ada yang merasa dirugikan silahkan tempuh jalur hukum atau musyawarah.

"Saya yakin jika musyawarah tidak ada titik temu jalur hukumlah solusi satu-satunya," pungkas Amru.

Komentar

Loading...