Unduh Aplikasi

Teuku Umar Fondation (TUF)

Teuku Umar Fondation (TUF)

Oleh: Zainal Putra, SE, MM

Tanggal 4 April 2016 mendatang genap dua tahun umur Unversitas Teuku Umar (UTU) pasca dinegerikan atau telah berumur sepuluh tahun sejak masih di bawah pengelolaan Yayasan Pendidikan Teungku Dirundeng.

Penabalan nama perguruan tinggi ini mengadopsi nama salah seorang pahlawan nasional yang berasal dari Aceh Barat, yaitu Teuku Umar. Siapa yang tidak kenal dengan sosok nama yang satu ini. Teuku Umar adalah tokoh pejuang Aceh yang sangat getol menggelorakan perang melawan pemerintah kolonial Belanda. Namun takdir berkata lain, diusianya yang relatif muda dan produktif (45 tahun) Teuku Umar ternyata syahid di ujung senapan pasukan Van Heutsz tatkala memimpin penyerangan di daerah Suak Ujong Kalak. Ada kata terakhir Teuku Umar yang sangat dikenang hingga saat ini, yaitu: “Tanyo ta jiep kupi di keudee Meulaboh, atawa lon matee syahid”.

Atas jasa-jasanya, kemudian Pemerintah Indonesia secara resmi pada tahun 1973 menetapkan Teuku Umar sebagai pahlawan nasional. Nama Teuku Umar juga diabadikan sebagai nama jalan di sejumlah daerah di tanah air. Salah satu kapal perang TNI AL dinamakan KRI Teuku Umar.

Yang teranyar adalah pemberian nama sebuah perguruan tinggi di Pantai Barat Selatan Aceh yaitu Universitas Teuku Umar juga terinspirasi dari sosok pahlawan Teuku Umar ini.

Nama Teuku Umar sudah harum semerbak di seantero nusantara. Tidak ada yang berani membantahnya. Selanjutnya kepada kita selaku cucu-cucu Teuku Umar adalah mewarisi semangat juangnya dalam mengisi pembangunan sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Pada momentum hari ulang tahun UTU ini, dari pantai barat Aceh, penulis menggulirkan wacana pembentukan sebuah wadah yang bernama Teuku Umar Fondation (TUF). Ini merupakan salah satu strategi untuk mengharumkan nama Teuku Umar di kancah dunia internasional.

 Apa itu TUF?

TUF merupakan sebuah lembaga yang konsen bergerak di bidang pendidikan dan bermarkas besar di Universitas Teuku Umar, Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh – Indonesia.

Kongkritnya TUF merupakan sebuah lembaga penyedia beasiswa kepada putra-putri terbaik dari Barsela untuk belajar/kuliah ke luar negeri ke seluruh penjuru dunia. Tetapi tidak untuk dalam negeri. TUF juga akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing yang lolos seleksi dari seluruh dunia untuk menempuh pendidikan di Universitas Teuku Umar.

Tentu akan menjadi tanda tanya, mengapa TUF hanya memberikan beasiswa luar negeri? Ini merupakan strategi penyebaran ideologi Teuku Umar kepada masyarakat dunia. Di sana mahasiswa kita tentu ditanya sponsornya. Dan meraka menjawabnya dengan bangga, kami dibiayai oleh TUF. Mereka juga dengan bangga menjelaskan kepada masyarakat dunia siapa itu Teuku Umar dan bagaimana dengan prinsip-prinsip hidup Teuku Umar.

Sadar atau tidak, sekarang mahasiswa kita yang kuliah di luar negeri kebanyakan dibiayai asing. Ini sangat berbahaya. Tentu ada misi asing yang ditanamkan kepada mereka. Bisa jadi suatu saat mereka bisa menjadi antek asing di Indonesia. Maka waspadalah!

Dengan kehadiran TUF ini, adalah salah satu solusi untuk memotong rantai beasiswa asing itu. Di samping itu ada kebanggaan tersendiri bagi penerima beasiswa tersebut. Mereka belajar dari dana dalam negeri mereka sendiri, yaitu dari lembaga pahlawan kebanggaan mereka, TUF.

Ingat bahwa yang berhak mendapat beasiswa luar negeri ini adalah hanya putra-putri terbaik yang berasal dari Barsela secara proporsional tanpa unsur kolusi dan nepotisme.

Lalu apa pentingnya membiayai mahasiswa asing untuk kuliah di UTU? Ini merupakan strategi untuk mencapai rekor perguruan tinggi yang masuk dalam 50 besar dunia. Semakin banyak mahasiswa asing, semakin bagus rekornya di mata dunia. Di samping itu, juga ada kepentingan penyebaran ideologi Teuku Umar kepada mahasiswa asing yang belajar di UTU tersebut.

Terlebih lagi di era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) ini, tentu persaingan global tidak dapat dihindari. Maka program TUF ini merupakan salah satu solusi mempersiapkan mahasiswa dan masyarakat kita secara dini dalam rangka menjalani era MEA yang sudah di depan mata.

Bila sekarang mahasiswa kita berbondong–bondong kuliah di luar negeri dengan beasiswa asing. Kini saatnya kenyataan itu harus dirubah. Melalui TUF, kita akan menarik berbondong-bondong pula mahasiswa asing untuk kuliah di UTU. Dan dengan sangat ringan pula kita dapat membiayai anak kita untuk sekolah keluar negeri, berkat TUF.

 Struktur Organisasi TUF

Secara gamblang struktur organisasi TUF dapat dijelaskan berikut ini. Dewan Penasehat, merupakan semua kepala daerah Barsela. Pengarah, melekat pada Rektor Universitas Teuku Umar. Sedangkan Presiden Direktur, dapat diangkat salah seorang akademisi profesional dari UTU.

Selanjutnya TUF memilik empat wakil direktur, yaitu Wakil Direktur Bidang Hubungan Luar Negeri, Wakil Direktur Bidang Kerja Sama, Wakil Direktur Bidang Finansial, Wakil Direktur Bidang Sumber Daya Manusia. Semua personil yang menjabat di TUF, mulai dari presiden direktur hingga  posisi wakil direktur juga berasal dari dosen profesional UTU yang direkrut dengan mekanisme terbuka melalui sebuah lembaga independen yang ditunjuk oleh Rektor UTU selaku Pengarah TUF.

 Bagaimana dengan pendanaan TUF? 

 Banyak sumber-sumber pendanaan yang dapat digarap untuk mewujudkan lembaga ini. Dari konsorsium para kepala daerah Barsela, berupa alokasi dana beasiswa luar negeri yang dianggarkan dalam ABPK masing-masing dan diberikan pengelolaannya kepada TUF melalui mekanisme hibah. Sekarang ada delapan kabupaten/kota di Barsela. Jikalau tiap kabupaten/kota menghibahkan dana beasiswa kepada TUF tiap tahun paling tidak sebesar Rp 1 M, maka dari itu saja sudah terkumpul Rp 8 M setahun.

Juga dengan membuat perjanjian kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di wilayah Barsela, agar minimal lima puluh persen dari dana CSR-nya diberikan pengelolaannya kepada TUF untuk disalurkan dalam bentuk beasiswa.

Apabila TUF ini berhasil menjalankan amanahnya dengan baik, penulis pikir cukup banyak juga hamba-hamba Allah yang rela memberikan sumbangan dana yang tidak mengikat kepada TUF. Intinya tentang pendanaan tidak usah kuatirlah. Dana pendidikan abadi pemerintah Aceh juga banyak. Juga dari pemerintah pusat juga ada dana abadi pendidikan yang bisa diarahkan sebagian pengelolaannya kepada TUF nantinya.

Jadi langkah awal yang harus ditempuh adalah kita perlu pemahaman bersama seluruh rakyat Barsela untuk melahirkan sebuah lembaga TUF ini. Lembaga yang akan menjadi kebanggaan putra-putri Barsela. Melalui TUF kita akan menginternasionalkan nilai-nilai Teuku Umar. Kata pepatah Aceh: “Nyo saboh pakat, lampoh jeurat ta peugala. Nyo na pakat, meuh lam ikat ta ploh u lua”. Semoga! 

*) Penulis adalah Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi – UTU

Komentar

Loading...