Unduh Aplikasi

Teuku Munandar: Perlu Langkah Fiskal Menggerakkan Roda Perekonomian Aceh

Teuku Munandar: Perlu Langkah Fiskal Menggerakkan Roda Perekonomian Aceh
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Aceh, T Munandar. Foto: Ist

BANDA ACEH - Resesi atau pelemahan ekonomi diperkirakan bisa terjadi di tahun 2020. Hal ini sebagaimana laporan United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), yang memberikan sinyal bahwa ancaman resesi global bisa saja terjadi di tahun depan.

Di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) lesuhnya perekonomian sudah mulai dirasakan. Aktifitas perdagangan di pasar mengalami penurunan. Kondisi ini terjadi hampir sebulan belakangan, yang membuat pedagang mulai kewalahan menghadapi kondisi tersebut.

Saat dimintai pendapatnya terkait sebab menurunnya aktifitas perekonomian di Abdya, memiliki hubungan dengan ancaman resesi yang diperkirakan bisa terjadi di tahun 2020, begini jawaban Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Aceh, Teuku Munandar.

Menurut Teuku Munandar, pihaknya belum bisa menyimpulkan apakah kondisi tersebut, memiliki kaitan dengan dampak ancaman resesi global yang diprediksi bakal berdampak hingga ke Indonesia. Hal ini dikarenakan sampelnya baru di satu kabupaten dalam Provinsi Aceh.

Baca: Resesi Mengancam, Bagaimana Dampaknya dengan Aceh?

"Resesi itu masih belum terasa kok di Indonesia. Karena secara negara (nasional), ekonomi masih tumbuh dengan baik," kata Teuku Munandar saat dikonfirmasi AJNN, Kamis (3/10).

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa saat ini di Provinsi Aceh, pertumbuhan ekonomi di Triwulan II sedikit mengalami perlambatan. Selain itu, penurunan aktifitas perekonomian Aceh, dapat pula dilihat dari tingkat inflasi terhadap kelompok kebutuhan, yang beberapa bulan terakhir mulai mengalami penurunan harga (deflasi).

"Deflasi merupakan salah satu indikator perekonomian mengalami perlambatan," ujarnya.

Lebih lanjut, sebut Teuku Munandar, realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) yang belum optimal juga menjadi penyumbang rendahnya geliat pertumbuhan ekonomi di Aceh. Data terakhir yang ia dapatkan, realisasi APBA hingga hari Rabu kemarin, baru mencapai 41,8 persen.

Ia juga mengatakan bahwa selama ini, struktur ekonomi di Aceh masih mengandalkan APBA. Hal ini tentu saja menjadikan APBA memiliki peranan strategis dalam menggerakkan roda perekonomian di Provinsi Aceh.

Baca: Pasar Sepi, Pedagang di Abdya Mengeluh

"Sampai dengan 2 Oktober 2019, realisasi APBA baru mencapai 41,8 persen, sementara target hingga 30 September 2019 adalah 55 persen," sebutnya.

Sementara itu, kata Teuku Munandar, langkah solutif yang dapat diambil oleh Pemerintah Aceh, dalam rangka mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi di Aceh, yaitu dengan mengambil langkah fiskal.

"Untuk mendorong perekonomian agar tidak melambat, strategi yang dilakukan bisa melalui langkah fiskal, seperti percepatan realisasi APBA dan pelaksanaan program-program bantuan ke masyarakat," pungkasnya.

Komentar

Loading...