Unduh Aplikasi

Tetimpa Runtuhan Rumah, Kaki Jamaluddin Harus Diamputasi

Tetimpa Runtuhan Rumah, Kaki Jamaluddin Harus Diamputasi
Jamaluddin bersama istri dan anak berada di RSUZA. Foto: Hendra Keumala

BANDA ACEH - Musibah gempa yang menimpa Aceh, khususnya Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen menyisakan luka yang mendalam bagi korbannya. Korban tidak hanya kehilangan harta benda tapi juga nyawa.

Hal ini juga dirasakan Jamaluddin (43), warga Desa Rawa Sari kecamatan Tring Gadeng, Pidie Jaya. Pasalnya ia harus merelakan satu kakinya diamputasi (dipotong) karena saat musibah gempa kakinya tertimpa beton rumah dan mengakibatkan luka serius.

"Ini sudah diamputasi buk," kata Jamaluddin kepada Menteri puan Maharani di Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Rabu (14/12).

Jamaluddin menceritakan usai tertimpa beton dirinya pada malam itu sempat dilarikan ke gunung oleh adiknya, paginya baru dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sigli dan sempat dirawat selama tiga hari disana.

"Kaki saya tertimpa beton kamar yang runtuh hingga hancur," sebut Jamaluddin

Sementara itu, Direktur RSUDZA dr Fachrul Jamal SpAn KIC mengatakan saat ini pihak rumah sakit sedang merawat 26 orang korban gempa Pidie Jaya.

Menurutnya korban yang sedang mendapatkam penanganan serius berada di ruang ICU dewasa, kebanyak dari mereka mengalami ganguan tulang belakang.

"Karena korban mengalami hancur bagian tubuh, yang paling banyak korban mengalami gangguan tulang belakang," kata Fachrul

Untuk saat ini, pihak rumah sakit telah melakukan operasi terhadap korban gempa sebanyak sepuluh orang, kemudian dalam dua hari kedepan kembali melakukan operasi.

Komentar

Loading...