Unduh Aplikasi

Tertibkan pasar Langsa, Satpol-PP diserbu pedagang

Tertibkan pasar Langsa, Satpol-PP diserbu pedagang
Polpp
LANGSA-Tertibkan pasarKota Langsa, puluhan anggota Satpol-PP diserang pedagang, Selasa (30/12). Akibatnya salah seorang anggota satpol-PP mengalami luka dibagian kepala.

“Aksi anarkis pedagang yang menyerang anggota Satpol-PP berawal saat 20 anggota Satpol-PP melakukan patroli di pajak sayur, guna menertibkan pedagang liar, namun naas yang dialami oleh puluhan anggota penertiban kota itu ketika berjalan kaki memasuki pajak sayur, tanpa dikomandoi padagang langsung melempar puluhan anggota Satpol-PP yang sedang bertugas menertibkan pasar” kata Kepala Kantor Satpol-PP Kota Langsa Mukhtarmidi S. Ag. MA, kepada AJNN.
Menurut Mukhtarmidi, pedagang pertama sekali melempar anggota Satpol-PP menggunakan sayur-sayuran seperti, buah kol, tomat, wartel. Tidak puas menggunakan sayuran, akhirnya pedagang melempar petugas penertiban dengan menggunakan kayu.

Akibat lemparan pedagang, seorang anggota Satpol-PP Hendratno (40) mengalami luka serius di bagian kepala, korban langsung dibawa lari ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa guna menjalani pengobatan.

Ironisnya, tambah Mukhtarmidi. Selain menggunakan sayuran dan kayu, pedagang juga menyerang anggota Satpol dengan menggunakan pisau, namun serangan menggunakan senjata tajam itu bisa dielak petugas dan anggota Satpol-PP yang berjumlah puluhan orang tersebut berhasil mengamankan pisau yang digunakan oleh salah seorang perempuan, karena sudah merasa terancam dibunuh, akhirnya petugas mengundurkan diri untuk berptaroli.

Menurut pengakuan Kasie Op Satpol-PP Maimun Sabta, kedatangan mereka kepajak sayur hanya berpatroli dan memberi himbauan supaya pedagang tidak berjualan di pinggir jalan yang sudah dilarang pemerintah, mereka tidak melakukan eksekusi.

“Kedatangan kami bukan melakukan eksekusi, kami diperintahkan Kasat untuk memberi himbauan kepada pedagang supaya tidak berjualan di tempat yang dilarang, namun peristiwa naas tersebut sungguh diluar dugaan kami, karena saat eksekusi dilakukan sebelumnya, pedagang tidak bersikap anarkis seperti ini,” ujar Maimun.

Ia menilai, peristiwa tersebut sengaja dilakukan dan kuat dugaan ada provokator yang sengaja melakukan sikap anarkis, seakan-akan ada kelompok yang ingin menghancurkan Satpol-PP supaya pedagang bisa berjualan bebas di tempat yang sudah dilarang pemerintah.

Menurut informasi yang AJNN.net terima, setelah perestiwa tersebut terjadi, pedagang langsung membuat laporan kepada polisi. Namun hal yang sama juga dilakukan oleh anggota Satpol-PP, mereka juga diperintahkan oleh walikota untuk membuat laporan.

ASRUL

Komentar

Loading...