Unduh Aplikasi

Tersengat Listrik Hingga Lumpuh, Warga Aceh Utara Butuh Uluran Tangan

Tersengat Listrik Hingga Lumpuh, Warga Aceh Utara Butuh Uluran Tangan
Foto: Ist

ACEH UTARA - Putra Zulfahmi A Rani (32) warga Gampong Teupin Jok, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara, terbaring tak berdaya di rumahnya akibat menderita lumpuh sejak setahun lalu.

Kelumpuhan itu dirasakannya akibat tersengat listrik saat memasang rangka baja di atap bangunan tempat dirinya bekerja dulu.

Founder LPD Aceh, Musfendi mengatakan, saat musibah itu terjadi, istrinya Arabiyah sedang dalam keadaan mengandung anak pertama mereka berusia delapan bulan, namun berita duka datang tiba-tiba datang dan menyebutkan sang suami yang sedang memasang rangka baja di atap bangunan tempat ia bekerja tiba-tiba tersengat listrik dan terlempar jatuh ke bawah yang mengakibatkan tulang punggung patah.

“Jadi setelah kejadian itu, Putra langsung dilarikan ke Rumah Sakit Cut Mutia (RSCM), namun pihak RSCM tersebut langsung merekomendasikan dan merujuk Putra ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh karena kondisi Putra yang dianggap parah,” ungkap Musfendi.

Sambungnya, setelah sebulan lebih menjalani perawatan di RSUDZA, Putra belum juga bisa membalikkan badannya sendiri, dan muncul derita baru yaitu "debitus" (luka akibat lama berbaring), setelah dilakukan perawatan beberapa hari di RSUDZA, kemudian putra dibawa pulang kerumahnya.

Menurut cerita yang disampaikan istrinya, semua keluarga sangat menyayangi Putra karena usia yang masih sangat muda, sehingga keluarga sangat kompak bantu biaya pengobatannya. Namun setelah satu setengah tahun berlalu, keluarga sudah sangat kekurangan biaya untuk pengobatan.

“Karena Putra merupakan kepala keluarga yang akan mencari nafkah, namun apa mau dikata taqdir Allah putra bahkan belum bisa membalikkan badannya, bahkan setiap dua jam sekali sang istri harus membalikkan badan suaminya agar tidak lagi menambah luka di badan suaminya,” jelasnya.

Tambah Musfendi, sekarang putra hanya bisa menatap putri kecil mungilnya yang sudah berusia 14 bulan dan baru pandai berjalan, si kecil kadang terus berjalan di samping ayahnya, akan tetapi ayahnya tersebut tidak bisa meraihnya apalagi menggendongnya. Menurut istrinya luka debitus sekarang sudah mulai mongering.

“Istrinya juga menyebutkan seandainya punya uang untuk transportasi dan biaya makan di Rumah Sakit, rasanya ingin melanjutkan pengobatan suaminya tersebut. Dan harapan istrinya itu suami bisa duduk saja di kursi roda sudah sangat bersyukur,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Peduli Dhuafa Cabang Aceh Utara Sri Wahyuni mengatakan, LPDA Aceh Utara lnsyaallah akan mendampingi pengobatan saudara kita Putra Zulfahmi A Rani selama dirumah sakit nanti, namun tanpa dukungan dan donasi dari teman-teman dan dermawan, kami tak akan mampu berbuat apa-apa.

Oleh karena demikian jika ada sahabat yg ingin membantu meringankan beban keluarga ini, bisa mengirimkan donasinya ke Rekening BNI milik Lembaga Peduli Dhuafa di Nomor Rekening 453315197 Atas Nama LEMBAGA PEDULI DHUAFA, kemudian dikonfirmasikan donasinya ke Nomor Handphone/Whastapp (0852 6051 4047).

"Semoga segera Allah beri kesembuhan untuk putra, dan semoga Allah limpahkan kesabaran untuk keluarga dalam merawat putra," pungkas Sri Wahyuni

Iklan Kriyad

Komentar

Loading...