Unduh Aplikasi

Tersendat Menunggu Wahyu

Tersendat Menunggu Wahyu
Ilustrasi: Kenall

COVID-19 membuat banyak orang sakit kepala. Virus ini mengubah banyak hal mendasar, mulai dari kesehatan hingga perekonomian. Meski disebut-sebut mengutamakan urusan kesehatan ketimbang ekonomi, namun jelas sekali arah kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah lebih condong kepada kegiatan ekonomi ketimbang kesehatan. 

Karena itu pula pemerintah melakukan refocusing anggaran. Cara ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi agar tak terhenti. Anggaran lebih diarahkan untuk menjaga perputaran uang di masyarakat. Dengan demikian, roda perekonomian tetap berputar.

Namun di lapangan, kenyataan sering kali tak seindah perencanaan. Salah satunya dalam pelaksanaan kegiatan refocusing untuk dampak ekonomi di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh. 

Dinas ini mengelola uang sebesar Rp 21,3 miliar. Namun anggaran ini belum dicairkan karena terganjal oleh faktor nonteknis, semacam “wahyu” yang menjadi isyarat untuk melaksanakan proyek tersebut meski hal itu tidak sesuai dengan aturan main yang diperbolehkan  oleh negara.

Pejabat DKP mengatakan hingga saat ini belum ada kontrak dengan pihak rekanan. Bahkan, saat ini DKP Aceh masih dalam penyiapan dokumen. Adapun kegiatan yang bersumber dari program refocusing tersebut terdiri dari 60 kegiatan yang terdiri dari 247 sub kegiatan.  

Kegiatan tersebut di antaranya penerapan cara budidaya Ikan yang baik di kawasan klaster komoditi unggulan perikanan budidaya terdiri dari 13 kegiatan, tersebar di enam kabupaten dan kota. 

Ada juga kegiatan gerakan budidaya ikan di pekarangan dalam menghadapi krisis pangan dunia di kabupaten untuk 100 kepala keluarga sebanyak 10 kegiatan yang tersebar di 1 kota dan 9 kabupaten. Kemudian kegiatan penerapan teknologi budidaya ikan sistem bioflok 23 kegiatan, tersebar di satu kota dan tiga kabupaten. 

Kegiatan lainnya yaitu pengembangan sarana dan prasarana budidaya ikan air tawar 9 kegiatan yang dilaksanakan di Aceh Tengah dan Bener Meriah. Dan kegiatan penerapan cara budidaya ikan yang baik di kawasan klaster perikanan. Budidaya ikan air payau terdiri dari 14 kegiatan yang tersebar 9 kabupaten. 

Jika anggaran ini hanya dapat dijalankan setelah turun “isyarat dari langit” untuk dijalankan, tentu saja publik berhak mempertanyakan kredibilitas pemerintah. Membiarkan anggaran sebesar dijalankan dengan isyarat “wahyu” jelas tak etis. Cara ini menunjukkan sikap tidak bertanggung jawab atas kesusahan masyarakat yang semakin terjepit akibat covid-19. 

Komentar

Loading...