Unduh Aplikasi

Tersangka Penganiayaan Tgk Janggot Mangkir, Polisi akan Terbitkan DPO

Tersangka Penganiayaan Tgk Janggot Mangkir, Polisi akan Terbitkan DPO
Kombes Pol Sony Sanjaya didampingi Wadir AKBP Wahyu Kuncoro. Foto; AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Tersangka dugaan penganiayaan Zahidin alias Tgk Janggot berinisial Y alias O  tak kunjung memenuhi panggilan pemeriksaan Kepolisian Daerah Aceh.

Direskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Sony Sanjaya mengatakan pihaknya akan menerbitkan daftar pencarian orang atau DPO terhadap tersangka Y alias O.

"Sudah beberapa kali kita panggil, yang bersangkutan mangkir. Kami akan lakukan pemanggilan sekali lagi, jika tidak datang juga maka akan kita jadikan DPO," kata Kombes Pol Sony, Minggu (31/1).

Baca: Tiga Saksi Kasus Penganiayaan Tgk Janggot Cabut Keterangan 

Kombes Pol Sony menyebutkan tersangka Y alias O ditetapkan tersangka setelah penyidikan menemukan bukti atas kasus penganiayaan yang terjadi di pendopo Bupati Aceh Barat.

"Dari hasil gelar perkara yang dilakukan, menaikkan status yang tadi saksi terhadap Y alias O sebagai tersangka berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti kuat yang didapatkan penyidik," ujarnya.

Kasus penganiyaan terhadap Tgk Janggot, kata Kombes Pol Sony masih terus berlanjut. Dari 14 saksi yang di periksa, tiga diantaranya telah mencabut keterangannya.

"Dari tiga saksi yang mencabut keterangannya, satu diantara orang yang merekam video penganiayaan itu berinisial AB," sebut Kombes Pol Sony.

Terkait dengan video yang beredar itu, kata Kombes Pol Sony, belum bisa dijadikan alat bukti. Penyidik juga telah memanggil pemilik handphone yang merekam, namun tidak datang.

"Pemilik handphone sudah kita panggil sebagai saksi, tapi yang bersangkutan tidak datang. Bahkan, telepon genggam yang digunakan untuk merekam penganiayaan itu dikirim ke penyidik  lewat angkutan umum L300 dititip di penjagaan Polda Aceh," ujarnya.

Dari hasil visum yang dikeluarkan RSUD Cut Nyak Dhien, kata Kombes Pol Sony, tidak ada luka seperti yang dilaporkan oleh pelapor.

"Jika pelapor menemukan bukti tambahan, silahkan serahkan ke kami. Penyidik bekerja berdasarkan fakta dan bukti yang ada serta keterangan saksi," ungkap Direskrimum Polda Aceh Kombes Pol Sony Sanjaya.

Komentar

Loading...