Unduh Aplikasi

Tersangka Pencabulan di Abdya Tetap Dijerat Qanun Jinayah

Tersangka Pencabulan di Abdya Tetap Dijerat Qanun Jinayah
Terduga pelaku pencabulan di Abdya. Foto: Ist

BANDA ACEH - Kapolres Abdya AKBP Andy Hermawan, SiK.M.Sc melalui Kasat Reskrim Iptu Zulfitriadi SH mengatakan tersangka kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur yang terjadi di Kecamatan Babahrot Kabupaten Abdya pada 20 Januari 2018 kemarin itu tetap akan diproses dengan Qanun Jinayah.

"Tetap diproses dengan qanun jinayah," kata Iptu Zulfitriadi kepada wartawan di Banda Aceh, Kamis (25/1) malam.

Kata Zulfitriadi, proses ini dilakukan mengingat Aceh merupakan daerah khusus yang memang mempunyai Qanun Jinayah, dan kemungkinan pelaku nantinya akan diberi hukuman sebanyak 90 kali cambuk atas perbuatannnya.

Baca: KPPA Aceh: Pelaku Pencabulan Terhadap Anak Harus Dijerat Secara Pidana

"Aceh adalah daerah kekhususan dan memiliki qanun jinayah, pelaku terancam 90 kali cambuk," ujarnya.

Zulfitriadi mengatakan, saat ini kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan, sementara pelaku sudah diamankan dan ditahan dilapas Abdya.

Mungkin, lanjutnya, jika nantinya melihat kondisi pelaku tidak memungkinkan untuk dicambuk maka yang bersangkutan juga akan dipenjara sesuai dengan jumlah ancaman 90 kali cambuk.

Baca: Pelaku Pelecehan Seksual Dijerat dengan Qanun Jinayah, Keluarga Korban Menolak

"Hukum cambuk itu kalau dipotong masa tahanan 1 kali dalam satu bulan, jika 90 kali cambuk maka ditahan 90 bulan juga," jelas Zulfitriadi.

Zulfitriadi membenarkan bahwa tersangka sendiri telah mengakui perbuatannya terhadap anak tersebut dan bahkan sudah beberapa kali melakukannya. Serta dari hasil visum juga ditemukan ada luka sobek pada bagian rahasia anak tersebut.

"Hasil visum tadi memang ada luka sobek," tuturnya.

"Untuk sejauh ini korban tidak ada gangguan apapun dan kondisi anak itu baik-baik saja," tambahnya.

Komentar

Loading...