Unduh Aplikasi

Tersangka Pemalsuan Surat Otentik Kepolisian Mengaku Untung Puluhan Juta

Tersangka Pemalsuan Surat Otentik Kepolisian Mengaku Untung Puluhan Juta
Polisi memperlihatkan pelaku dan barang bukti di Mapolsek Lhokseumawe. Foto:AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – AM, warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara yang ditangkap oleh Polisi Sektor Banda Sakti, karena terlibat kasus pemalsuan surat Otentik mengaku sudah mulai melakukan aksinya sejak Februari 2019 lalu. Dari empat aksi yang dilakukan itu, tersangka tersebut mengaku sudah memperoleh keuntungan Rp 50 juta.

“Iya, saya mencari keuntungan disini sendiri, tanpa dibantu oleh pihak lain. Keuntungan yang saya peroleh sudah Rp 50 juta,” akunya kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolsek Banda Sakti, Minggu (14/7).

Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arif Sukmo Wibowo mengatakan, pihaknya mengimbau kepada pihak yang berkaitan atau klaim asuransi yang ada di perusahaan agar lebih berhati-hati lagi.

“Terutama bagi masyarakat umum supaya hati-hati membeli mobil, sepeda motor atau lainnya yang berkaitan dengan kredit, karena ada asuransi yang bisa dipermainkan seperi kasus ini,” imbaunya.

Diberitakan sebelumnya, Polisi Sektor (Polsek) Banda Sakti, Polres Lhokseumawe berhasil membongkar mafia asuransi dan membekuk satu orang tersangka yang melakukan pemalsuan surat otentik. Tersangka tersebut berinisial AM warga Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

“Surat tanda bukti lapor dibuat seakan-akan oleh Polsek Banda Sakti, dan kemudian itu surat tersebut digunakan untuk mengklaim asuransu dari beberapa jenis sepeda motor yang ada diwilayah hukum Polres Lhokseumawe,” Kata Kapolres Lhokseumawe, melalui Kapolsek Banda Sakti, Iptu Arif Sukmo Wibowo saat konferensi pers di Mapolsek Banda Sakti, Minggu (14/7).

Lanjutnya lagi, motif pelaku melakukan hal tersebut yakni mencari keuntungan dari pihak asuransi, sehingga motor-motor yang diklaim nanti menjadi milik pelaku lalu kemudian dijualnya. Dan dalam hal ini yang dirugikan yakni pihak Polsek Banda Sakti, karena pelaku membuat stempel palsu untuk bisa membuat surat kehilangan tersebut.

“Jadi, jika sipemilik motor sudah tidak mampu membayar lagi kredit motornya, pelaku ini menawarkan diri sebagai suaka sehingga nama pemilik tersebut tidak cacat di pihak leasing,” jelasnya.

Komentar

Loading...