Unduh Aplikasi

Tersangka Dugaan Korupsi Uang Makan Hafiz Sebut Rp1,8 Miliar Mengalir ke Pokja dan Bendahara 

Tersangka Dugaan Korupsi Uang Makan Hafiz Sebut Rp1,8 Miliar Mengalir ke Pokja dan Bendahara 
Konferensi pers Penetapan dan penahanan tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi uang makan dan minum hafiz di Dinas Syariat Islam (DSI) kabupaten Galus

GAYO LUES - Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Gayo Lues (Galus) telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi uang makan dan minum hafiz di Dinas Syariat Islam (DSI) kabupaten Galus senilai Rp 9 miliar yang bersumber APBK-DOKA tahun 2019.

Salah satu tersangka, Syahrul Huda (HD) alias Apuk selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Syariat Islam mengaku keberatan atas penetapan tersangka terhadap dirinya yang dilakukan oleh Polres Kabupaten Gayo Lues.

“Jadi kenapa yang terkait lainnya tidak dijadikan tersangka oleh pihak kepolisian, seperti PPK selaku pengguna anggaran, Bendahara, Pokja dan rekanan lainnya,” kata SH, dalam surat yang diterima AJNN, Kamis (29/4/2021).

Baca: GeRAK Gayo Minta Polisi Telusuri Aliran Dana Dugaan Korupsi di DSI Galus

Menurut tersangka SH, dirinya mengetahui bahwa ada mengalir dana dari pihak rekanan atau kontraktor yang juga sudah ditetapkan tersangka oleh Polres Galus. Anggaran senilai Rp1,8 miliar diserahkan langsung oleh kontraktor berinisial LUK kepada Bendahara atas nama Zainuddin.

“Tersangka LUK pernah memberikan kepada bendahara atas nama Zainuddin yang diserahkan sebesar  1,8 miliar yang saya ketahui dari bukti ucapan rekanan saudara LUK, dan LUK juga pernah mengatakan kepada saya bahwa Pokja meminta uang kontrak sebesar dua persen yakni sejumlah Rp 200 juta yang menerima Makrub Kasri,” tuturnya.

Sehingga, kata tersangka SH, dirinya tidak menerima adanya keadilan dalam melakukan pemeriksaan oleh Polres Gayo Lues.

“Saya merasa tidak ada keadilan bagi saya dalam melakukan pemeriksaan oleh Polres Gayo Lues, apabila terjadi demikian saya akan segera membuat surat kepada Kapolda, Kapolri, Propam Polri bahkan KPK,” tutupnya.

Sementara itu, saat dihubungi AJNN, anggota Pokja Makrub Kasri mengatakan, bahwa apa yang disampaikan oleh tersangka SH tidaklah benar.

“Saya tidak tau itu, saya tidak pernah menerima uang sebesar Rp 200 juta seperti yang dibilang tersangka SH,” ucap Makrub Kasri.

Menurut Makrub, apa yang disampaikan oleh tersangka SH hanya merupakan tuduhan terhadap dirinya. 

“Itu tuduhan saja itu, faktanya tidak ada,” tutupnya.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...