Unduh Aplikasi

Tersambit Kicauan Tiyong

Tersambit Kicauan Tiyong
Ilustrasi: wikipedia.

Politikus Partai Nanggroe Aceh, Samsul Bahri alias Tiyong, seharusnya tidak sekadar mengungkapkan dugaannya terkait penggunaan uang yang DPP PNA yang dikumpulkan dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Seharusnya, Tiyong juga melaporkan dugaan ini kepada kepolisian.

Dugaan penggelapan uang yang “dikicaukannya” tak lama setelah dia mendapatkan “surat peringatan” dari pimpinan partai adalah sebuah hal serius. Jika tidak, maka Tiyong hanya mengejar sensasi dan berharap masyarakat melupakan peringatan yang diterimanya itu.

Tiyong mengatakan dana yang masuk ke rekeningnya adalah dana kontribusi anggota dewan dari PNA. Dana itu merupakan kesepakatan anggota dewan yang diajukan oleh Ketua Fraksi dan Sekretaris Fraksi ke Sekretaris Dewan (Sekwan) berdasarkan kesepakatan bersama anggota dewan (dari PNA).

Tiyong mengatakan dana kontribusi sebesar 30 persen dari total gaji yang mereka terima untuk partai akan dikembalikan ke rekening resmi DPP PNA.  Sebelumnya, hal ini tidak bisa dilakukan karena terkendala urusan administratif.

Namun yang jadi masalah adalah tudingan bahwa ada oknum yang membuat laporan pertanggungjawaban fiktif. Pada Desember 2020, misalnya, ada dana sebanyak Rp 217 juta dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Aceh, untuk sejumlah kegiatan.
Dalam laporan yang ditandatangani oleh Irwandi Yusuf itu, Tiyong memastikan tidak ada kegiatan yang dilakukan untuk mengklaim dana tersebut. Ini adalah satu keanehan.

Laporan lain yang diduga diselewengkan adalah dana yang diperoleh dari lembaga yang sama, dengan motif yang sama, untuk kepentingan pribadi. Tiyong mengatakan ada dugaan pemalsuan laporan keuangan.

Tudingan-tudingan itu tentu bukan urusan sepele. Ini tidak hanya menyangkut nama baik satu atau dua orang di partai itu. Hal ini juga akan menjadi pertaruhan kredibilitas PNA jika tidak diselesaikan secara tuntas, terutama pada item pemalsuan laporan keuangan.

Karena itu, agar masalah ini tidak berlarut-larut, terutama di saat PNA membutuhkan banyak energi untuk menyelesaikan urusan pengusulan calon wakil gubernur, Tiyong harus melaporkan hal ini kepada kepolisian. Sehingga pihak kepolisian dapat mengusut hal ini.

Melemparkan isu kepada publik bukan sebuah penyelesaian. Tiyong mendorong agar partai politik tidak sekadar menjadi ajang mencari keuntungan semata. Tiyong juga perlu bersikap cerdas agar dirinya tidak dianggap sebagai orang yang sengaja menggulirkan isu itu karena menolak menyerahkan uang yang seharusnya diterima oleh DPP PNA.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...