Unduh Aplikasi

Terpilih Jadi Wabup Bener Meriah, Dailami Siap Bantu Bupati

Terpilih Jadi Wabup Bener Meriah, Dailami Siap Bantu Bupati
Wakil Bupati Bener Meriah terpilih, Dailami. Foto: AJNN/Razikin Akbar.

BENER MERIAH - Wakil Bupati Bener Meriah terpilih, Dailami mengatakan bahwa dirinya akan menunggu sampai tuntas proses tahapan pemilihan Wakil Bupati Bener Meriah sisa masa jabatan tahun 2017 - 2022. 

Dailami berharap proses lanjutan di tingkat Gubernur Aceh dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak ada halangan dan berlangsung sukses. 

"Kita akan menunggu proses dari hasil pemilihan hari ini, di mana semua berkas harus dikirim kepada Gubernur Aceh yang selanjutnya akan diteruskan ke pihak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) oleh DPRK Bener Meriah," ujar Dailami kepada AJNN, Kamis (14/1/2021) di Redelong.

Selain itu Dailami yang juga mantan Gubernur Gerakan Aceh Merdeka (GAM) wilayah Linge tersebut berkomitmen untuk terus mendukung penuh semua kebijakan Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi, termasuk semua program yang sudah diprogramkan oleh mantan Bupati, Ahmadi, saat masih berpasangan dengan Sarkawi.

"Selain itu, hal pertama yang akan saya lakukan usai dilantik nanti adalah meminta masukan dari masyarakat, teman-teman LSM dan juga media massa serta SKPK, apa yang perlu kita benahi di Bener Meriah," ujar Dailami.

Baca: Dailami Menang Telak dalam Pemilihan Wabup Bener Meriah

Saat ditanyakan apakah nanti akan menempati rumah dinas (Pendopo Wakil Bupati), Dailami mengatakan bahwa sesuai aturan kenegaraan, dirinya memang harus menempati rumah dinas tersebut.

"Insha Allah saya akan menempati rumah dinas tersebut," ujarnya singkat.

Sebelumnya, Dailami dengan nomor urut 1 menang telak saat pemilihan Wakil Bupati Bener Meriah sisa masa jabatan tahun 2017 -2022, yang berlangsung dalam sidang Paripurna di ruang sidang utama DPRK tersebut, Kamis (14/1/2021). Dailami menang dari Yusrol Hana dengan memperoleh 20 suara dari 25 hak suara anggota DPRK Bener Meriah.

Dari 25 surat suara yang dihitung, 20 surat suara dinyatakan sah sedangkan lima surat suara lainnya dinyatakan rusak. Sedangkan Yusrol Hana sendiri tidak mendapatkan satu pun suara.

Setelah dilantik nanti Dailami secara resmi dipastikan akan menduduki posisi orang nomor dua di kabupaten Bener Meriah. Sebelumnya posisi tersebut ditempati oleh Tgk H Sarkawi yang saat ini menjabat Bupati.

Sebelum menjabat sebagai Bupati Bener Meriah, Sarkawi sempat menjabat Plt Bupati menggantikan posisi Ahmadi yang ditangkap Komisi Pemberantasan korupsi (KPK).

Seperti diketahui, mantan Bupati Bener Meriah, Ahmadi, divonis tiga tahun penjara oleh Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 3 Desember 2018 lalu.

Ahmadi terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara memberi suap kepada Gubernur Aceh 2017-2022, Irwandi Yusuf sebesar Rp 1,05 miliar dalam sejumlah proyek yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 di Kabupaten Bener Meriah.

Kemudian pada hari Selasa (30/4/2019) Sarkawi secara resmi dilantik sebagai Bupati definitif oleh Gubernur Aceh (saat itu masih PLT), Nova Iriansyah di ruang sidang utama gedung DPRK Bener Meriah.

Setelah posisi ditinggalkan oleh Sarkawi, posisi Wakil Bupati Bener Meriah sempat kosong cukup lama, hingga kemudian dilakukan pemilihan pada hari ini.

Kilas Balik Proses Pengisian Posisi Wakil Bupati Bener Meriah

Sejak dilantik sebagai Bupati Bener Meriah definitif oleh Gubernur Aceh (Saat itu masih PLT), Nova Iriansyah pada 30 April 2019 di gedung DPRK Bener Meriah, Tgk H Sarkawi sampai saat menjelang pemilihan hari ini, Kamis (14/1/2021), belum mempunyai pendamping untuk membantunya di sisa jabatan periode 2017 - 2022. 

Kosongnya posisi wakil Bupati ini sempat menjadi pembicaraan sejumlah pihak, mulai dari masyarakat biasa, LSM dan tokoh masyarakat.

Beberapa pihak melihat kekosongan ini bisa memperlambat proses pembangunan, sedangkan sebagian lainnya menilai kosongnya posisi orang nomor dua di Bener Meriah ini bisa menghambat komunikasi masyarakat dengan bupati, sebagai contoh saat bupati keluar daerah.

Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi saat itu juga sudah mengirim surat kepada partai politik pengusung terkait pengisian posisi wakil Bupati yang selama ini kosong. Surat dengan nomor: 132/154 tertanggal 27 Januari 2020 tersebut berisi perihal pengisian Wakil Bupati Kabupaten Bener Meriah sisa jabatan 2017-2022. 

Surat tersebut ditujukan kepada pimpinan partai politik pengusung Ahmadi dan Tgk H Sarkawi pada Pilkada tahun 2017 lalu.

Surat Bupati kepada Pimpinan partai politik tersebut untuk menindaklanjuti surat dari DPRK Bener Meriah terkait pengisian posisi wakil Bupati. Dalam surat Nomor: 170/ 04/ DPRK tanggal 3 Januari 2020 dan ditandatangani oleh ketua M Saleh, DPRK Bener Meriah mengemukakan surat yang mereka kirimkan ini untuk meneruskan aspirasi masyarakat yang mendesak dipilihnya wakil Bupati Bener Meriah yang baru.

Baca: Repotnya Mencari Calon Wakil Bupati Bener Meriah

Surat ini menyahuti aspirasi masyarakat melalui DPRK Bener Meriah yang menginginkan posisi wakil Bupati Bener Meriah segera terisi. Sebagai representatif dari rakyat, DPRK Bener Meriah telah mengirimkan surat untuk Bupati untuk menindaklanjuti aspirasi itu. Dalam surat bernomor: 170/04/DPRK tanggal 3 Januari 2020 yang ditandatangani langsung oleh ketua DPRK Bener Meriah, Mohd Saleh.

Ada empat partai pengusung pasangan Ahmadi - Tgk H Sarkawi pada Pilkada Bener Meriah 2017 lalu, partai tersebut adalah Golkar, PKB, PDA dan PKS. Selain PKB yang kadernya sudah menjabat Bupati yaitu Sarkawi, tiga partai politik pengusung lainnya juga mempunyai hak untuk mengusulkan calon wakil Bupati Bener Meriah untuk mendampingi Sarkawi.

AJNN sempat menghubungi Hendra Budian yang saat itu masih menjabat Plt Ketua DPD II Partai Golkar Bener Meriah. Hendra mengatakan, empat partai pengusung belum duduk bersama dalam satu forum resmi untuk membahas calon Wakil Bupati Bener Meriah. menurutnya, semua partai politik pengusung saat ini masih melakukan penjaringan internal calon Wakil Bupati yang akan diusung.

"Saat ini kami lagi mencocok "Frekuensi" dulu agar orang yang diusulkan oleh partai Golkar, PKB, PKS dan PDA bisa sama, sehingga tidak memakan waktu untuk proses penjaringan," ujar Hendra Budian kepada AJNN.

Hal yang hampir sama disampaikan oleh Ketua Partai Daerah Aceh (PDA) Bener Meriah, Rahmah. Menurutnya, PDA sudah menerima surat dari bupati dan menyampaikan surat tersebut ke DPP PDA di Banda Aceh. 

Partai yang saat mengusung Ahmadi - Sarkawi masih bernama "Partai Damai Aceh ini" tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya juga sudah meminta kepada tiga partai pengusung lainnya untuk duduk bersama membahas masalah ini. Namun belum ada yang memfasilitasi, baik dari bupati maupun pimpinan partai.

Sebelumnya, Bupati Bener Meriah, Tgk H Sarkawi sudah dua kali mengirimkan surat perihal pengisian posisi wakil Bupati Bener Meriah kepada partai politik pengusung yaitu DPD II Partai Golkar Bener Meriah, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), DPW Partai Damai Aceh (PDA) dan DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Surat pertama nomor 132/157 tanggal 27 Januari tahun 2020, kemudian Sarkawi juga mengirim surat kedua dengan nomor 132/560 pada tanggal 29 April 2020. Namun sampai hari ini baru PKB dan PKS yang mengeluarkan surat rekomendasi. 

Baca: Sarkawi Mulai Cari Wakil Bupati, Minta Partai Pengusung Kirim Dua Nama Calon

Sementara itu, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bener Meriah, Yusrol Hana kepada AJNN mengatakan setelah menerima surat dari Bupati Bener Meriah, pihaknya langsung mengadakan rapat internal di DPD PKS Bener Meriah. Kemudian dari rapat tersebut menurut Yusrol Hana muncul beberapa nama yang kemudian dikonsultasikan kepihak DPW PKS Aceh.

Akhirnya, usai pembahasan di internal partai, dua Partai politik pengusung memutuskan memberikan rekomendasi kepada dua nama untuk menjadi calon Wakil Bupati (Wabup) Bener Meriah, untuk sisa jabatan periode tahun  2017-2022. Kedua partai politik tersebut yaitu  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PKS.

DPP PKB sendiri merekomendasikan Yusrol Hana dan Dailami sebagai calon Wakil Bupati Bener Meriah. Rekomendasi itu diterbitkan dalam bentuk surat keputusan DPP PKB nomor 4150/DPP/01/IX/2020 tanggal 18 September 2020.

Sedangkan DPP PKS dalam surat keputusan DPP PKS Nomor 330/SKEP/DPP-PKS/2020 tanggal 24 September 2020 yang ditandatangani Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman dan Sekjen Mustafa Kamal, juga telah mengeluarkan rekomendasi kepada dua nama yang sama yaitu Yusrol Hana dan Dailami.

Baca: PKB dan PKS Sodorkan Dailami dan Yusrol Hana sebagai Calon Wakil Bupati Bener Meriah

Salah satu pengurus DPC PKB Bener Meriah, Tgk. Husnul Ilmi kepada AJNN, Senin (28/9/2020) mengatakan bahwa pihaknya sudah menyerahkan surat keputusan tersebut. Penyerahan surat Rekomendasi (Keputusan) tersebut menurut Husnul, merupakan tindak lanjut dari surat Sarkawi kepada Partai politik pengusung dan pendukung untuk mengisi kekosongan Wabup Bener Meriah.

Selanjutnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar akhirnya merekomendasikan kader sendiri untuk pengisian antar waktu Wakil Bupati Bener Meriah sisa jabatan 2017 - 2022. 

Kedua kader internal yang mendapatkan rekomendasi tersebut adalah Dailami dan Nurhasanah. Kepastian ini dimuat dalam surat DPP Partai Golkar yang ditujukan kepada Ketua DPD I Partai Golkar Aceh dan tembusan juga disampaikan kepada DPD II Golkar Bener Meriah.

Dalam dokumen penting yang diperoleh AJNN pada hari Rabu (4/11/2020) menyebutkan bahwa dasar pertimbangan pemberian rekomendasi untuk Dailami dan Nurhasanah berdasarkan surat DPD I Golkar Aceh nomor B-131/DPD-I/GK/VI/2020 tertanggal 17 Juni 2020 tentang penetapan bakal calon wakil Bupati Bener Meriah.

Baca: DPP Golkar Rekomendasikan Dailami dan Nurhasanah sebagai Calon Wabup Bener Meriah

Selanjutnya pada hari Rabu (25/11/2020) di ruang wakil Ketua I DPRK Bener Meriah, Tgk. Husnul Ilmi, empat Partai politik yang sebelumnya menjadi pengusung pasangan Ahmadi-Sarkawi akhirnya memutuskan dan menyepakati nama Dailami dan Yusrol Hana sebagai calon Wakil Bupati Bener Meriah sisa masa jabatan tahun 2017 - 2022 mendampingi Sarkawi. Partai Pengusung tersebut yaitu, Partai Golkar, PKB, PKS dan PDA.

Kesepakatan untuk dua nama tersebut diperoleh dalam rapat yang sudah dimulai sejak hari Senin  23 November 2020 yang lalu dan baru selesai hari Rabu (25/11/2020).Saat itu semua pimpinan partai politik hadir dalam rapat itu. Dalam rapat juga terlihat kandidat calon wakil Bupati yaitu Dailami, Hasanah dan Yusrol Hana.

Lebih lanjut menurut sumber AJNN. Para pimpinan partai politik sudah menandatangani form BWK, yang nantinya akan dikirimkan kepada Bupati Bener Meriah, Tgk Sarkawi untuk disampaikan kepada pihak DPRK untuk diparipurnakan.

Baca: Partai Pengusung Akhirnya Sepakati Dailami dan Yusrol Sebagai Cawabup Bener Meriah

Pada hari Senin (7/12/2020) partai pengusung Ahmadi-Sarkawi yaitu, Partai Golkar, PKB, PKS dan PDA menyerahkan berkas dua nama calon Wakil Bupati Kabupaten Bener Meriah sisa masa jabatan 2017-2022, Dailami dan Yusrol Hana kepada Bupati Bener Meriah, Sarkawi.

Berkas itu diserahkan langsung oleh Sekretaris DPD II Golkar Bener Meriah, Darwinsyah dan didampingi Pengurus DPC PKB Bener Meriah, Tgk Husnul Ilmi, Ketua PKS Bener Meriah, Yusron Hana, dan Ketua PDA Bener Meriah, Rahmah, di ruang kerja Bupati.

Sarkawi usai menelaah akan menyerahkan berkas tersebut kepada pihak DPRK Bener Meriah untuk dilakukan tahapan berikutnya.

Setelah itu DPRK Bener Meriah, Senin (14/12/2020) mengadakan rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk pembahasan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) pemilihan calon Wakil Bupati Bener Meriah. Pansus akan membentuk Panitia Pemilihan (Panlih) yang juga berjumlah 10 anggota. akhirnya Panlih terbentuk dengan ketua, Darwinsyah dari partai Golkar.

Panlih ini selanjutnya bertugas menjadwalkan pelaksanaan tes uji baca Alquran, tes kesehatan, dan penyampaian visi misi dari calon Wakil Bupati serta mempersiapkan proses pemilihan yang sudah selesai dilaksanakan hari in. Untuk menyukseskan semua tahapan perhelatan tersebut, Sekretariat DPRK Bener Meriah dikabarkan mengajukan anggaran sebanyak Rp500 juta. 

 RAZIKIN AKBAR

Komentar

Loading...