Unduh Aplikasi

Terobosan Hukum untuk Pengidap Pedofilia

Terobosan Hukum untuk Pengidap Pedofilia
ilustrasi.

TERSANGKA pencabulan anak di bawah umur, Suhadi, warga Desa Kuala Doe, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya, dibekuk polisi. Penangkapan ini dilakukan setelah orang tua korban mendengar perlakuan buruk Suhadi kepada anaknya dan melaporkannya ke polisi.

Kasus ini semakin menambah panjang kasus-kasus kejahatan seksual terhadap anak. Para penderita pedofilia ini semakin terungkap dan berani bertindak. Dari banyak kejadian itu, ternyata kejahatan terhadap anak lebih banyak terjadi di pedesaan. Tingkat kekerasan ini seperti semakin sulit dibendung dan para pelaku pun semakin “mahir” memainkan peran mereka.

Di Aceh Utara, di Aceh Barat, di Aceh Selatan, Pidie; sebut saja di mana, dan kita akan menemukan sedikitnya satu kasus kejahatan seksual yang terungkap meski pelakunya, di beberapa daerah, belum bisa ditangkap oleh aparat penegak hukum. Namun yang jelas, ini sudah cukup untuk mengategorikan bahwa keamanan anak-anak di Aceh semakin mengkhawatirkan.

Kampanye, dari sosialisasi--sepertinya hanya ini yang bisa dilakukan oleh pemerintah daerah--dan vonis terhadap pelaku kekerasan seksual terhadap anak ini, sepertinya belum berefek. Semakin banyak yang tertangkap, semakin banyak pula kejahatan ini yang terungkap.

Seharusnya, dengan modal Undang-Undang Pemerintah Aceh, ada terobosan hukum yang benar-benar membuat para pelaku kejahatan seksual berpikir seribu kali sebelum melampiaskan nafsunya. Mungkin hukuman mati atau kebiri bisa dimasukkan ke dalam aturan baru tentang hukum bagi para pedofil. Mungkin mengasingkan para pelaku ke sebuah pulau yang jauh dari interaksi dengan manusia bisa jadi solusi.

Soal ini, ada banyak pakar di perguruan tinggi yang bisa ditanyai oleh pemerintah. Dengan demikian, para pejabat dan akademisi tidak terlalu lama berada di zona nyaman di dalam ruangan berpendingin udara, sementara anak-anak, entah laki-laki atau perempuan, terus menjadi korban para pengidap pedofilia.

Komentar

Loading...