Unduh Aplikasi

Terlilit Kredit Bank, Oknum PNS Lhokseumawe Nekat Mencuri di Pijay

Terlilit Kredit Bank, Oknum PNS Lhokseumawe Nekat Mencuri di Pijay
Pelaku saat menjual hasil curian ke tempat penjualan barang bekas. Foto: Ist

PIDIE JAYA - Oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemerintah Kota (Pemkot) Lhokseumawe, Rahmadi dibekuk tim opsnal Reskrim Polsek Meureudu, karena diduga mencuri aset negara berupa teralis jendela pada Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie Jaya.

Kapolres Pidie, AKBP Andi Nugraha Setiawan Siregar melalui Kapolsek Meureudu, AKP Aditia Kusuma kepada AJNN, Jum'at (18/1) mengatakan, penangkapan tersebut berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/2/I/Aceh/Res Pidie/Sek Mrd tanggal 15 Januari 2019 yang dilaporkan oleh BW (inisial) terkait kehilangan teralis jendela pada proyek Dinas Kesehatan Pidie Jaya.

Berdasarkan laporan tersebut, polisi menerjunkan informan untuk mengecek keberadaan teralis jendela milik negara itu yang diperkirakan berharga Rp 4 jutaan.

"Informasi dari informan, sebagian teralis jendela tersebut berada di salah satu tempat penampungan barang bekas di Kecamatan Meurah Dua," kata Aditia.

Kemudian, kata AKP Aditia, polisi memeriksa rekaman CCTV pada tempat penampungan barang bekas tersebut, dan mendapati tersangka sedang menjual teralis jendela itu.

Selanjutnya, personel Polsek Mereudu menyamar sebagai rekan kerja sesama PNS untuk bertamu ke rumah Rahmadi di Gampong Teupin Pukat, Kecamatan Meurah Dua. Tanpa curiga, tersangka menyetujui pertemuan itu.

"Sesampainya kami di kediaman tersangka kemarin, sekiar pukul 17.00 WIB, tersangka tidak dapat berkutik lagi. Polisi juga mengamankan barang bukti di rumah tersangka yang belum sempat habis dijual," terangnya.

Dari keterangan tersangka, lanjutnya, Rahmadi menjalankan aksi pencurian tersebut pada malam hari dengan mengunakan becak motor yang dipinjamkan dari kenalan tersangka.

Menurut pengakuan tersangka, tambah AKP Aditia, tersangka baru sempat menjual teralis jendela tersebut sebesar Rp 160 ribu, uang tersebut digunakan untuk berangkat kerja di Dinas PU Pemkot Lhokseumawe.

"Uang tersebut digunakan untuk biaya ke Lhokseumawe. Gajinya sebagai PNS hanya tinggal Rp 400 ribu per bulan, selebihnya terpotong untuk cicilan atau kredit di Bank Aceh," jelasnya.

Selain itu, Rahmadi juga merupakan pengguna aktif narkotika jenis sabu-sabu dan ganja.

"Tersangka merupakan pengguna aktif narkotika sejak tahun 2013. Dari hasil tes urine, positif pada dua parameter, yaitu MET (sabu-sabu) dan THC (ganja)" imbuhnya.

"Untuk penyidikan lebih lanjut, Rahmadi besersa barang bukti kini diamankan di Mapolsek Meureudu," ujar AKP Aditia mengakhiri.

Komentar

Loading...